LAPORAN PRAKTIKUM
“Faktor –Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
Perkecambahan”
Makalah ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Biologi

Disusun oleh : 12-IPA 2
- Febriansyah
Kusuma Jati
- Ratih
Kumalasari
- Tazkia
Azzahra
Dibimbing oleh :
Ibu Puji Astuti S.pd
SMA HANG TUAH 1 JAKARTA
TAHUN 2018
Jl.Ciledug Raya Komplek Seskoal Cipulir,Kebayoran Lama,Jakarta Selatan
12230 Telp.(021)7229860-61,Email: sma_hangtuah1@gmail.com
KATA PENGANTAR
Puji
beserta syukur, penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul”Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan
Perkembangan perkecambahan ”.Makalah ini penulis
susun,dalam rangka memenuhi tugas dalam mata pelajaran
biologi yang penulis laksanakan.
Atas dukungan baik
moral dan materi dalam proses penyusunan makalah ini,maka penulis banyak
mengucapkan terimakasih kepada:
1)
Puji Astuti S,pd guru mata pelajaran biologi
2)
Orang
tua,keluarga dan teman-teman penulis,yang telah membantu penulis dalam
penyelesaian penulisan makalah ini.
Penulis berharap
bahwa makalah ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca dalam mengetahui
tentang sejarah dan perkembangan pemikiran akuntansi syariah.
Menyadari bahwa suatu
karya dibidang apapun tidak terlepas dari kekurangan, oleh karenanya, saran dan
kritik yang bermanfaat dari setiap pembaca sangat penulis harapkan demi
kesempurnaan makalah ini.
Jakarta ,6 Agustus 2018
Penulis
Contents
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Tumbuh
dan berkembang merupakan ciri dari setiap makhluk hidup, tak terkecuali
tumbuhan. Tumbuhan tumbuh dari kecil menjadi besar dan berkembang dari satu sel
zigot menjadi embrio kemudian berkembang lagi menjadi satu individu yang
mempunyai akar, batang dan daun. Pertumbuhan diartikan sebagai suatu proses
pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversibel yaitu tidak
dapat kembali ke bentuk semula. Pertumbuhan dan perkembangan pada biji diawali
dari perkecambahan. Perkecambahan adalah proses pertumbuhan dan perkembangan
embrio. Sedangkan yang di maksaud perkembangan adalah peristiwa yang berawal
dari differensiasi yang semakin tampak perbedaan struktur dan fungsi
masing-masing organ hingga perubahan yang terjadi semakin kompleks.
Salah
satu contoh tumbuhan yang mengalami perkecambahan ialah kacang hijau. Kacang
hijau adalah tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika.
Tanaman ini memiliki kulit yang hijau, berbiji putih, dan sering dibuat
kecambah atau toge. Dalam pertumbuhan tanaman kacang hijau, memerlukan media
dan dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah cahaya. Sehubungan
dengan adanya kacang hijau yang dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh cahaya,
pada penelitian ini akan membahas mengenai pengaruh yang akan timbul akibat dari
pemberian intensitas cahaya yang berbeda. Kacang hijau termasuk tumbuhan hijau,
memerlukan cahaya tidak hanya untuk membuat makanan, tetapi juga untuk
pertumbuhannya.
Cahaya
matahari adalah sumber energi utama bagi kehidupan seluruh makhluk hidup didunia.
Bagi manusia , hewan, dan tumbuhan, cahaya matahari adalah penerang dunia ini.
Selain itu, bagi tumbuhan khususnya yang berklorofil cahaya matahari sangat
menentukan proses fotosintesis. Kekurangan cahaya matahari akan mengganggu
proses fotosintesis dan pertumbuhan, meskipun kebutuhan cahaya tergantung pada
jenis tumbuhan.
Seperti
teori yang sudah ada, tumbuhan yang mengalami kekurangan cahaya saat
perkembangan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi, dimana batang
kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah dan daunnya berukuran kecil, tipis
dan berwarna pucat ( tidak hijau.Semua ini terjadi dikarenakan tidak adanya
cahaya sehingga dapat memaksimalkan fungsi auksin untuk penunjang sel – sel
tumbuhan sebaliknya, tumbuhan yang tumbuh ditempat terang menyebabkan tumbuhan
– tumbuhan tumbuh lebih lambat dengan kondisi relative pendek, daun berkembang,
lebih lebar, lebih hijau, tampak lebih segar dan batang kecambah lebih kokoh.
Hal
tersebut sering kali terjadi pada beberapa tumbuhan, salah satunya kacang hijau
tadi. Pertumbuhan yang dialami kacang hijau ini dipengaruhi oleh beberapa
faktor salah satunya adalah cahaya. Oleh sebab itu kami memilih permasalahan
ini sebagai poin penting dalam pelaksanaan penilitian kami. Kami ingin
membuktikan bahwa teori yang telah berkembang memang benar adanya
1.2. RUMUSAN MASALAH
a) Apakah ada pengaruh
cahaya matahari terhadap kecepatan pertumbuhan kecambah kacang hijau ?
b) Bagaimana cahaya
mataharai dapat mempengaruhi proses pertumbuhan kecambah kacang hijau ?
c) Bagaimana perbedan
pertumbuhan pada kacang hijau yang mendapatkan cahaya matahri langsung dengan
dan kacang hijiau yang tidak mendapt cahaya matahari ?
d) Bagaimana pengaruh volume air terhadap
pertumbuhan tanaman kacang hijau ?
e) Bagimana pengaruh kelembaban terhadap pertumbuhan dan perkembangan
tanaman kacang hijau ?
1.3. TUJUAN PENELITIAN
a) Mengetahui pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kecambah kacang hijau.
b) Mengamati pengaruh
cahaya terhadap pertumbuhan kecambah kacang hijau.
c) Mengetahui perbedaan
tumbuhan pada kacang hijau yang terkena cahaya matahari dan tidak terkena sinar
matahari langsung.
d) Untuk mengetahui perbedaan tumbuhan pada
kacang hijau yang terkena cahaya matahari dan tidak terkena sinar matahari
langsung.
Untuk mencegah
melebarnya pembahasan masalah dan untuk menjaga agar pembahasan
tetap sesuai dengan tujuan penelitian, maka pembahasan pada penelitian ini
dibatasi pada hal-hal sebagai berikut :
a) Pertumbuhan yang diamati
terbatas hanya pada panjang batang dan kesegaran daun.
b) Faktor lingkungan yang
dianggap mempengaruhi pertumbuhan hanya faktor cahaya.
c) Jenis tumbuhan yang
diamati adalah kacang hijau.
Manfaat untuk penyusun :
Dengan melakukan
penelitian untuk menyusun karya tulis ilmiah ini, dapat memberikan pengalaman
khususnya untuk kami sebagai peneliti sekaligus penyusun karya tulis ini serta
pengetahuan tentang pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan
kacang hijau dan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau yang
diletakan dilingkungan yang berbeda intensitas cahayanya.
Manfaat untuk pembaca :
Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang pengaruh cahaya terhadap
pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau dan perbedaan pertumbuhan dan
perkembangan biji kacang hijau yang diletakan dilingkungan yang berbeda
intensitas cahayanya, sehingga dapat menanam kacang hijau dengan intensitas
cahaya yang tepat.
1. Biji kacang hijau
yang terkena cahaya matahari akan terlihat lebih baik dan sehat dibanding
dengan yang tidak terkena cahaya matahari.
- Ada perbedaan
pada pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau yang diberi cahaya matahari
dan yang tidak. (Hipotesis Alternative)
- Tidak ada
perbedaan pada pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau yang diberi
cahaya matahari dan yang tidak. (Hipotesis Nol)
2. Dalam proses
perkecambahan kacang hijau yang dipengaruhi cahaya matahari akan mempercepat
pembelahan kotiledon untuk pembentukan daun.
·
Kacang hijau merupakan salah satu tanaman
semusim yang berumur pendek(kurang lebih 60 hari). Dalam dunia
tumbuh-tumbuhan, tanaman ini diklasifikasikan seperti berikut ini:
·
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus : Phaseolus
Spesies : Phaseolus radiatus L.
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus : Phaseolus
Spesies : Phaseolus radiatus L.
·
Tanaman kacang hijau berbatang
tegak dengan ketinggian sangat bervariasi, antara 30-60 cm, tergantung
varietasnya. Cabangnya menyamping pada bagian utama, berbentuk bulat dan
berbulu. Warna batang dan cabangnya ada yang hijau dan ada yang ungu. Daunnya
trifoliate (terdiri dari tiga helaian) dan letaknya berseling. Tangkai daunnya
cukup panjang, lebih panjang dari daunnya. Warna daunnya hijau muda sampai
hiaju tua. Bunga kacang hijau berwarna kuning, tersusun dalam tandan, keluar
pada cabang serta batang, dan dapat menyerbuk sendiri. Polong kacang hijau
berebntuk silindris dengan panjang antara 6-15 cm dan biasanya berbulu pendek.
Sewaktu muda polong berwarna hijau dan dan setelah tua berwarna hitam atau
coklat.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA TUMBUHAN
A.Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan
Pertumbuhan
adalah proses pertambahan volume yang irreversible (tidak dapat kembali) karena
adanya pembelahan mitosis atau pembesaran sel, dapat juga disebabkan oleh
keduanya. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif (dihitung
dengan angka). Sedangkan perkembangan adalah terspesialisasinya sel-sel
menjadi struktur dan fungsi tertentu. Perkembangan tidak dapat dinyatakan
dengan ukuran, tetapi dapat dinyatakan dengan perubahan bentuk dan tingkat
kedewasaan.
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil dari tiga
kegiatan ,yaitu pembelahan sel,pembesaran sel,dan diferensiasi sel-sel
1)
Pembelahan sel
,yaitu sel membelah secara mitosis untuk menghasilkan dua sel anak.Dua sel anak
yang terbentuk kemudian akan membelah lagi menghasilkan empat sel anak,dan
seterusnya sehingga terjadi pertambahan jumlah sel
2)
Pembesaran sel,yaitu
pertambahan ukuran sel anak sebagai akibat bertambahnya subtansi material dalam
sel
3)
Diferensiasi sel-sel,yaitu perubahan sel-sel selama masa pertumbuhan hingga terbentuk
organ-organ yang mempunyai struktur dan fungi berbeda ,misalnya akar,batang,dan
daun
Pertumbuhan
dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan perkecambahan biji. Kemudian,
kecambah berkembang menjadi tumbuhan kecil sempurna, yang kemudian tumbuh
membesar. Setelah mencapai masa tertentu tumbuhan akan berbunga dan
menghasilkan biji kembali.
Perkecambahan
adalah munculnya plumula (tanaman kecil dari dalam biji). Berdasarkan letak
kotiledonnya, perkecambahan dibedakan menjadi 2, yaitu epigeal dan hypogeal.
Perkecambahan epigeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang di bawah
daun lembaga atau hipokotil sehingga mengakibatkan daun lembaga dan
kotiliden terangkat ke atas tanah, misalnya kacang hijau. Sedangkan
perkecambahan hypogeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang teratas
(epikotil) sehingga daun lembaga ikut tertarik ke atas tanah, tetapi kotiledon
tetap di dalam tanah, misalnya pada biji kacang kapri.
Pertumbuhan
dan perkembangan dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan internal, salah
satu faktor eksternal adalah cahaya. Tumbuhan memerlukan cahaya. Banyaknya
cahaya yang diperlukan tidak selalu sama pada setiap tumbuhan. Umumnya,
cahaya menghambat pertumbuhan meninggi karena cahaya dapat menguraikan auksin
(suatu hormone pertumbuhan). Pertumbuhan yang cepat di tempat gelap disebut
etiolasi.
Cahaya
juga merangsang pembungaan tumbuhan tertentu. Ada tumbuhan yang dapat berbunga
pada hari pendek (lamanya penyinaran matahari lebih pendek daripada waktu
gelapnya). Ada pula tumbuhan yang berbunga pada hari panjang (lamanya
penyinaran lebih panjang daripada waktu gelapnya). Hal tersebut berhubungan
dengan aktifitas hormon fitokrom dalam tumbuhan. Selain mempengaruhi pembungaan,
fitokrom berpengaruh terhadap etiolasi, pemanjangan batang, pelebaran daun, dan
perkecambahan.
Fitokrom
adalah protein dengan kromatofora yang mirip fikosianin. Fitokrom mempunyai dua
macam struktur yang reversible yaitu yang dapat mengabsorpsi cahaya merah (600
nm) disingkat Pr dan yang dapat mengabsorpsi cahaya merah jauh, far red (730
nm) disingkat Pfrt
B.Struktur
Biji
Biji merupakan bagian yang berasal
dari bakal biji dan di dalamnya mengandung calon individu baru, yaitu lembaga.
Lembaga akan terjadi setelah terjadi penyerbukan atau persarian yang diikuti
oleh pembuahan.Biji (bahasa Latin:semen) adalah bakal biji (ovulum) dari
tumbuhan berbunga yang telah masak. Dari sudut pandang evolusi, biji merupakan
embrio atau tumbuhan kecil yang termodifikasi sehingga dapat bertahan lebih
lama pada kondisi kurang sesuai untuk pertumbuhan.
1.Bagian
– Bagian Biji
a. Kulit Biji (Testa)
a. Kulit Biji (Testa)
Kulit biji terletak paling luar.
Testa berasal dari intergumen ovule yang mengalami modifikasi selama
pembentukan biji berlangsung. Seluruh bagian intergumen dapat berperan dalam
pembentukan kulit biji. Akan tetapi pada kebanyakan biji sebagian besar dari
jaringan intergumen itu dihancurkan dan diserap oleh jaringan berkembang lain
pada biji itu. Pada kulit biji beberapa tumbuhan dapat dijumpai suatu lapisan
sel memanjang secara radial, yang menyerupai palisade tetapi tanpa ruang –
ruang interseluler yang dinamakan sel malpighi. Lapisan itu terdiri atas
selulosa, lignin dan juga kitin.
Lapisan testa terdiri dari :
Sarkotesta : Lapisan terluar
Sklerotesta : Lapisan bagian tengah, tebal
dan keras
Endotesta : Lapisan terdalam, selaput
tipis & berdaging
Ada bagian-bagian yang sering menyertai permukaan biji, yang pada
masing-masing biji mempunyai bagian yang berbeda. Bagian-bagian itu adalah:

1)Sayap (Ala) :Merupakan
pelebaran dari kulit luar sehingga membentuk sayap.
2)Bulu (Coma):Merupakan
penonjolan sel-sel kulit luar biji yang berupa rambut-rambut halus.
3)Salut Biji (Arillus):Merupakan pertumbuhan dari tali pusar.
4)Salut Biji Semu (Arillodium) :Merupakan pertumbuhan di sekitar
liang bakal biji (Microphyle).
5)Pusar Biji (Hilus) :Merupakan berkas perlekatan dengan
tali pusar.
6)Liang Biji (Microphyle):Liang kecil berkas masuknya buluh
serbuk sari kedalam bakal biji pada peristiwa pembuahan. Tepi liang ini sering
tumbuh menjadi badan berwarna keputih-putihan dan lunak yang disebut karankula.
7)Berkas-Berkas Pembuluh Pengangkutan
(Chalaza):Merupakan tempat
pertemuan antara intergumen dengan nukleus.
8)Tulang Biji (Raphe) :Terusan tali pusar pada biji.
Biasanya terdapat pada biji yang berasal dari bakal biji.
Pada biji-biji tertentu ada lapisan
luar yang menjadi berlendir apabila terkena air. Lendir merupakan bagian
berpektin pada lapisan dinding selnya yang akan mengembung bila terkena air dan
akan memperlihatkan tekstur bergaris – garis. Lamela tengah tidak cukup elastik
untuk menampung pembengkakan sehingga menjadi robek dan lapisan dinding luar
yang berkutin tertutup kutikula, terangkat dan pecah – pecah. Dibawah epidermis
terdapat 1 atau 2 lapisan sel. Dibawah lapisan sel – sel tersebut ada lapisan
sel – sel sklerenkim memanjang yang bernoktah. Sklerenkim ini letaknya sejajar
tegak lurus terhadap sel – sel parenkim. Sel parenkim ini mengandung banyak
pati yang diserap oleh jaringan lain selama perkembangan biji itu.
2.. Cadangan Makanan
Cadangan makanan merupakan kandungan
yang ada dalam biji, baik dalam jumlah sedikit maupun banyak. Biji yang sedikit
atau bahkan tidak ada Cadangan makanan disebut biji eskalbumin. Cadangan
makanan berfungsi sebagai jaringan penyimpan.Cadangan makanan memperkuat daya
serap biji akan hara yang diperlukan tumbuhan dalam perkembangannya. Cadangan
makanan bersel kecil berwarna putih agak kelabu, berdinding tipis, mengandung butir
aleuron dan tetes minyak serta bahan cadangan tersimpan di dalam selnya.
Perkembangan cadangan makanan umunya
dimulai sebelum perkembangan embrio. Cadangan makanan berkembang dari
pembelahan mitosis inti endosperm yang dihasilkan dari peleburan salah satu
gamet jantan dengan 2 inti kutub atau dengan inti sekunder.Cadangan makanan
tersebut kaya akan zat – zat makanan, yang disediakan bagi embrio yang sedang
berkembang. Pada sebagian besar monokotil, cadangan makanan memupuk zat – zat
makanan yang digunakan oleh biji setelah perkecambahan yang biasa disebut
dengan endosperm. Pada banyak dikotil, cadangan makanan diangkut ke Cotyledon
(keping biji) sebelum biji itu menyelesaikan perkembangannya dan sebagai
akibatnya biji dewasa ini tidak mengandung endosperma.
Jaringan cadangan makanan pada biji
yang bertumbuh dapat terjadi dari sel – sel berdinding tipis dengan vakuola
besar – besar yang mengandung substansi cadangan.
Cadangan makanan mempunyai 2 tipe
dinding sel, yaitu :
Dinding tipis : cadangan makanannya disimpan
didalam selnya
Dinding tebal : cadangan makanannya disimpan
didindingnya
3. Embrio
Embrio adalah suatu tanaman baru yang
terjadi dari bersatunya gamet jantan dan betina pada suatu proses tumbuhan.
Embrio merupakan sporofit muda, pada beberapa tumbuhan embrionya mempunyai
kloroplas dan berwarna hijau. Embrio dikelilingi oleh kotiledon dan endosperma
yang merupakan persediaan makanan.
Calon tumbuhan baru yang akan tumbuh
menjadi tumbuhan baru terdiri dari:
-
Radikula (akar lembaga atau calon akar)
Dikotil : berkembang menjadi akar
tunggang
Monokotil : berkembang menjadi akar
serabut
AdChoices
-
Cotyledon
(daun lembaga)
Merupakan daun kecil yang terletak di bawah daun
pertama kecambah
-
Cauliculus
(batang lembaga)
Ruas batang di atas daun lembaga (internodium
epicotylum)
Ruas batang di bawah daun lembaga (internodium
hypocotylum)
4. Struktur Anatomi Biji
a.Kulit biji : terletak di bagian luar biji dan
melapisi seluruh bagian biji.
b.Hipokotil : bagian bawah aksis (pangkal) yang
melekat pada kotiledon.
c.Radikula : bagian terminal (ujung).
d.Epikotil : bagian atas pangkal.
e.Plumula : bagian ujung, yaitu pucuk dengan sepasang
daun.
f.Kotiledon : bagian cadangan makanan
# Perbedaan
biji monokotil dan dikotil
- Biji Monokotil:
1) Berkeping satu
2) Terdapat endosperma
3) Makanan untuk pertumbuhan embrio
di peroleh dari endosperma
- Biji Dikotil:
1) Berkeping dua
2) Tidak ada endosperma
3) Makanan untuk pertumbuhan embrio
di peroleh dari cotyledon
2.2 Proses
Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan
Proes pertumbuhan dan
perkembangan dimulai tahap embrio hingga menjadi tumbuhan lengkap(tumbuhan
dewasa ) .Proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dibagi menjadi tiga
tahap ,yaitu perkecambahan , pertumbuhan primer,dan pertumbuhan sekunder.
1)Perkecambahan
Perkecambahan adalah peristiwa
tumbuhnya embrio di dalam biji menjadi tanaman baru. Biji akan berkecambah jika
berada dalam lingkungan yang sesuai. Perkecambahan biji bergantung pada
imbibisi. Imbibisi merupakan penyerapan air oleh biji. Air yang berimbibisi
menyebabkan biji mengembang, memecahkan kulit biji, dan memicu perubahan
metabolic pada embrio yang menyebabkan biji tersebut melanjutkan
pertumbuhannya. Munculnya plantula (tumbuhan kecil) dari dalam biji merupakan
hasil pertumbuhan dan perkembangan embrio
Perkecambahan
adalah proses pertumbuhan embrio dan komponen-komponen biji yang memiliki
kemampuan untuk tumbuh secara normal menjadi tumbuhan baru. Komponen biji
tersebut adalah bagian kecambah yang terdapat di dalam biji, misalnya radikula
dan plumula. (Bagod Sudjadi, 2006).
Perkecambahan
merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan embrio. Hasil perkecambahan ini
adalah munculnya tumbuhan kecil dari dalam biji. Proses perubahan embrio saat
perkecambahan adalah plumula tumbuh dan berkembang menjadi batang, dan radikula
tumbuh dan berkembang menjadi akar. (Istamar Syamsuri, 2004).
Perkecambahan
merupakan sustu proses dimana radikula (akar embrionik) memanjang ke luar
menembus kulit biji. Di balik gejala morfologi dengan pemunculan radikula
tersebut, terjadi proses fisiologi-biokemis yang kompleks, dikenal sebagai
proses perkecambahan fisiologis. (Salisbury, 1985)
A. Fase perkecambahan
diikuti pertumbuhan 3 jaringan meristem primer, yaitu :
a.Protodrem : lapisan terluar yang
akan membentuk jaringan epidermis
b.Meristem dasar akan berkembang
menjadi jaringan dasar yang mengisi lapisan korteks pada akar diantara stele
dan epidermis
c.Prokambium : lapisan dalam yang
akan berkembang menjadi silinder pusat, yaitu floem dan xylem
B. Tahapan
dan perkembangan
a.Pembelahan sel (cleavage) : Jumlah
bertambah banyak
b.Spesialisasi : sel-sel yang sejenis
berkelompok
c.Diferensiasi sel : Sel-sel
mengalami perbedaan bentuk dan fungsi
d.Organogenesis sel : proses
pembentukkan organ-organ tumbuhan
e.Morfogenesis sel : Organ satu
dengan yang yang lain memiliki
kekhususan dalam bentuk dan fungsi
Berdasarkan letak kotiledonnya, perkecambahan dapat dibedakan
menjadi 2, yaitu:

A. Perkecambahan Epigeal
Merupakan perkecambahan yang
mengakibatkan kotiledon terangkat keatas tanah. Ruas batang di bawah daun
lembaga (hipokotil) akan tumbuh lurus mengangkat kotiledon dan epikotil. Dengan
demikian epikotil dan kotiledon terangkat ke atas permukaan tanah. Epikotil
memunculkan helai daun pertamanya. Sedang kotiledon akan layu dan rontok karena
cadangan makanannya telah habis oleh embrio yang berkecambah. Contohnya pada
perkecambahan kacang hijau dan kacang tanah.
B. Perkecambahan Hypogeal
Merupakan perkecambahan yang
mengakibatkan kotiledon tetap tertanam di bawah. Tumbuhnya epikotil memanjang
sehingga plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas permukaan tanah,
sedangkan kotiledon tertinggal di dalam tanah. Contohnya pada perkecambahan
kacang kapri dan jagung.
C. Perbedaan Perkecambahan Epigeal dan Hipogeal
Hipogeal
merupakan pertumbuhan dari epikotil, sementara dari epigeal, merupakan proses
pertumbuhan memanjang dari hipokotil.
Epigeal,
kotiledon dan juga plumula muncul di atas tanah, sementara pada hipogeal, hanya
plumula saja yang muncul di atas tanah.
Hipogeal
terjadi pada tumbuhan monokotil, sementara pada proses perkecambahan epigeal
terjadi pada tumbuhan dikotil
D. Urutan proses perkecambahan:
a.Masuknya air kedalam biji atau
imbibisi
b.Aktifnya enzim-enzim untuk proses
metabolisme, membongkar cadangan makanan dalam kotiledon / endosperm
c.Hasil pembongkaran berupa sumber
energi sebagai bahan penyusun komponen sel, dan pertumbuhan embrio.
d.Embrio tumbuh dan berkembang
E. Bagian – bagian perkecambahan :
a. Radikula : Adalah bakal calon akar yang
tumbuh selama masa perkecambahan. Fungsinya untuk menyokong dan menyuplai bahan
– bahan makanan untuk di proses pada bagian tanaman lainnya.
b. Kotiledon : Adalah daun kecil yang terletak di
bawah daun pertama kecambah. Fungsinya untuk menyimpan cadangan makanan dan
asimilasi.
c. Cauliculus : Adalah bakal calon batang yang
tumbuh selama masa perkecambahan. Fungsinya sebagai bagian tanaman yang akan
mengalami perkembangan ke atas untuk membentuk batang.
d.Hipokotil : Batang yang terletak di
bagian bawah kotiledon
e. Epikotil : Batang yang terletak di
bagian atas kotiledon
f.
Testa : Adalah bagian yang
melindungi bagian dalam biji.
2.3. PENGARUH CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN KECAMBAH
Tumbuhan memerlukan jumlah cahaya yang berbeda untuk
proses fotosintesis. Namun jumlah cahaya yang berlebihan dapat menghambat
pertumbuhan karena merusak kerja hormon pertumbuhan (auksin). Fungsi utama
hormon auksin adalah sebagai pengatur pembesaran sel dan memacu pemanjangan sel
di daerah belakang meristem ujung tumbuhan yang mendapat cahaya kurang atau
ditempat gelap akan terjadi pertumbuuhan yang sangat cepat, tetapi daun kecil
dengan warna hijau muda, dan batang akan beruas-ruas panjang (etiolasi)
2.4. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN
1).Faktor Dalam (Internal)
A.Genetika
Genetika
dikenal dengan gen merupakan sumber informasi yang dimiliki oleh sel organisme.
Gen mengendalikan proses fisiologi & biokimia dalam sel sejalan dengan
pertumbuhan & perkembangan. Akan tetapi, faktor
genetika ini hanya akan optimal pada klorofil. Gen adalah substansi/materi
pembawa sifat yang diturunkan dari induk. Gen mempengaruhi ciri dan sifat
makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh, tinggi tubuh, warna kulit, warna bunga,
warna bulu, rasa buah, dan sebagainya. Gen juga menentukan kemampuan
metabolisme makhluk hidup, sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangannya.
Hewan, tumbuhan, dan manusia yang memiliki gen tumbuh yang baik akan tumbuh dan berkembang dengan cepat sesuai dengan periode pertumbuhan dan perkembangannya.
Hewan, tumbuhan, dan manusia yang memiliki gen tumbuh yang baik akan tumbuh dan berkembang dengan cepat sesuai dengan periode pertumbuhan dan perkembangannya.
Meskipun peranan gen
sangat penting, faktor genetis bukan satu-satunya faktor yang menentukan pola
pertumbuhan dan perkembangan, karena juga dipengaruhi oleh faktor lainnya.
Misalnya tanaman yang mempunyai sifat unggul dalam pertumbuhan dan
perkembangannya, hanya akan tumbuh dengan cepat, lekas berbuah, dan berbuah
lebat jika ditanam di lahan subur dan kondisinya sesuai. Bila ditanam di lahan
tandus dan kondisi lingkungannya tidak sesuai, pertumbuhan dan perkembangannya
menjadi kurang baik.
Demikian juga ternak unggul hanya akan berproduksi secara optimal bila diberi pakan yang baik dan dipelihara di lingkungan yang sesuai.
Demikian juga ternak unggul hanya akan berproduksi secara optimal bila diberi pakan yang baik dan dipelihara di lingkungan yang sesuai.
B.Hormon
Hormon tumbuhan disebut juga fitohormon,. Hormon merupakan zat yang berfungsi untuk mengendalikan
berbagai fungsi di dalam tubuh. Meskipun kadarnya sedikit, hormon memberikan
pengaruh yang nyata dalam pengaturan berbagai proses dalam tubuh. Hormon yang
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup beragam jenisnya.
a.
Auksin
Auksin adalah senyawa asam aseta dengan gugus indol beserta derivatnya.Pusat pembentukan auksin adalah ujung koleoptil (pucuk tumbuhan).Jika terkena sianr matahari, auksin akan berubah menjadi senyawa yang menghambatpertumbuhan. Hal ini menuyebabkan batang akanmembengkok kearah datangnya cahaya, karenabagianyang tidak terkena cahaya pertumbuhannya lebih cepat daripada bagian yang terkena cahaya
Fungsi auksin adalah :
- mengembangkan sel-sel sehingga sel bertambah panjang
- merangsang pembentukan bunga dan buah
- mempercepat terjadinya diferensiasi di daerah meristem sehingga mempergiat kambium
membentuk sel-sel baru
Asam Indol Aseta (AIA) adalah zat tumbuh sintetik yang bermanfaat untuk pertanian. Asam Indol asetat dapat merangsang partenokarpi yaitu tanaman yang menghasilkan buah tanpa adanya penyerbukan dan pembuahan.


b. Giberelin
Giberelin adalh suatuzat yang mempunyai sifat seperti auksin. Giberelin diperoleh dari jamur Gibeberella fujikuori atau Fusarium moniliformae
Fungsi Giberelin adalah :
- mempercepat pertumbuhan
- membuat tanaman berbunga sebelum waktunya
- membuat tanaman menjadi lebih tinggi dari normal
- membuat buah terbentuk tanpa penyerbukan
c. Sitokinin
Sitokinin merupakan kumpulan senyawa yang berfungsi mirip atu sama lain. Sitokinin yang pertama ditemukan adalah kinetin. Zat yang berfungsi mempergiat pembelahan sel dan mempengaruhi pertumbuhan tunas dan akar.
d. Florigen
Hormon pertumbuhan ini diduga berperan dalam proses pertumbuhan bunga
e. Dormin
Dormin berfungsi menghambat pertumbuhan tumbuhan sehingga berlawanan dengan fungsi auksin maupun giberelin
f. Kalin
Pada tumbuhan hormon yang mempengaruhi pembentukan organ disebut kalin. Berdasarkan organ yang dipengaruhinya, kalin dibedakan atas ;
- rhizokalin mempengaruhi pembentukan akar
- kaulikalin mempengaruhi pembentukan batang
- filokalin mempengaruhi pembentukan daun
- antokalin mempengaruhi pembentukan bunga
g. Asam traumalin
Bila tumbuhan terluka, luka tersebut dapat diperbaiki kembali. Kemampuan ini disebut resitusi atau regenaerasi. Peristiwa ini dapat terjadi karena adanyaasam traumalin (asam traumalat)
Auksin adalah senyawa asam aseta dengan gugus indol beserta derivatnya.Pusat pembentukan auksin adalah ujung koleoptil (pucuk tumbuhan).Jika terkena sianr matahari, auksin akan berubah menjadi senyawa yang menghambatpertumbuhan. Hal ini menuyebabkan batang akanmembengkok kearah datangnya cahaya, karenabagianyang tidak terkena cahaya pertumbuhannya lebih cepat daripada bagian yang terkena cahaya
Fungsi auksin adalah :
- mengembangkan sel-sel sehingga sel bertambah panjang
- merangsang pembentukan bunga dan buah
- mempercepat terjadinya diferensiasi di daerah meristem sehingga mempergiat kambium
membentuk sel-sel baru
Asam Indol Aseta (AIA) adalah zat tumbuh sintetik yang bermanfaat untuk pertanian. Asam Indol asetat dapat merangsang partenokarpi yaitu tanaman yang menghasilkan buah tanpa adanya penyerbukan dan pembuahan.
b. Giberelin
Giberelin adalh suatuzat yang mempunyai sifat seperti auksin. Giberelin diperoleh dari jamur Gibeberella fujikuori atau Fusarium moniliformae
Fungsi Giberelin adalah :
- mempercepat pertumbuhan
- membuat tanaman berbunga sebelum waktunya
- membuat tanaman menjadi lebih tinggi dari normal
- membuat buah terbentuk tanpa penyerbukan
c. Sitokinin
Sitokinin merupakan kumpulan senyawa yang berfungsi mirip atu sama lain. Sitokinin yang pertama ditemukan adalah kinetin. Zat yang berfungsi mempergiat pembelahan sel dan mempengaruhi pertumbuhan tunas dan akar.
d. Florigen
Hormon pertumbuhan ini diduga berperan dalam proses pertumbuhan bunga
e. Dormin
Dormin berfungsi menghambat pertumbuhan tumbuhan sehingga berlawanan dengan fungsi auksin maupun giberelin
f. Kalin
Pada tumbuhan hormon yang mempengaruhi pembentukan organ disebut kalin. Berdasarkan organ yang dipengaruhinya, kalin dibedakan atas ;
- rhizokalin mempengaruhi pembentukan akar
- kaulikalin mempengaruhi pembentukan batang
- filokalin mempengaruhi pembentukan daun
- antokalin mempengaruhi pembentukan bunga
g. Asam traumalin
Bila tumbuhan terluka, luka tersebut dapat diperbaiki kembali. Kemampuan ini disebut resitusi atau regenaerasi. Peristiwa ini dapat terjadi karena adanyaasam traumalin (asam traumalat)
2).Faktor Luar
Faktor luar merupakan segala sesuatu yang mempengaruhi
pertumbuhan dan sumbernya berasal dari lingkungan .Faktor luar yang memengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan,antara lain sebagai berikut :
A.Nutrisi
Tumbuhan
hijau membutuhkan nutrisi yang umumnya dalam bentuk mineral yang diserap oleh
tumbuhan hijaudari tanah melalui sistem perakaran, kemudian diangkut ke daun
dengan bantuan jaringan pembuluh kayu (xilem). Proses
pengambilan mineral oleh tumbuhan berbedabeda tergantung pada jenis mineralnya. Sejumlah
tumbuhan tertentu
mampu mengambil nitrogen bebas dari udara dengan bantuan jasad renik melalui proses
yang dikenal
dengan
nama fiksasi nitrogen (pengikatan nitrogen). Pada kebanyakan
tumbuhan, nitrogen diambil dari dalam tanah dari mineral dalam bentuk ion-ion. Namun
demikian,tanaman kopi mampu mengambil nitrogen langsung dari udara
melalui daunnya.
Terdapat
beberapa unsur yang diperlukan oleh tumbuhan dalam jumlah besar, yaitu karbon
(C), Oksigen (O), Hidrogen
(H), dan Nitrogen (N). Di samping itu juga diperlukan unsur P (fosfor). Kelima unsur
ini merupakan penyusun
utama tubuh tumbuhan. Dinding sel tumbuhan disusun oleh unsur C, H, dan O.
Protein yang merupakan penyusun utama sitoplasma (cairan sel) disusun oleh unsur C, H, O,
dan N. Begitu pula asam inti yang merupakan penyusun kromosom dan intisel, yang
tersusun dari unsur C, H, O, N, dan P. Karbohidrat dan
lemak juga merupakan penyusun sitoplasma pada beberapa sel tumbuhan, tersusun dari unsur
C, H, dan O.
B.Air
Tumbuhan membutuhkan air dalam jumlah tertentu. Tanpa air
maka tumbuhan akan layu hingga akhirnya mati. Fungsi utama air bagi tumbuhan
yaitu membantu proses fotosintesis yang terjadi pada daun. Bagi tumbuhan, air
merupakan komponen yang paling utama pada proses fotosintesis. Pada proses
fotosintesis air dibawa oleh akar menuju ke batang agar dapat disampaikan pada
daun
Selain untuk fotosintesis, fungsi air untuk tumbuhan
adalah sebagai berikut:
- Pelarut
zat-zat yang diperlukan oleh tumbuhan.
- Bahan
dasar untuk reaksi biokimia.
- Sebagai
medium berlangsungnya reaksi metabolisme.
- Menjaga
tekanan turgor dinding sel dan agar tidak kekeringan.
- Berperan
dalam proses transportasi unsur hara dari tanah ke daun.
- Mengedarkan
hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan.
- Untuk
proses transpirasi (penguapan) dan fotosintesis.
Jika kekurangan air, tumbuhan akan layu karena terjadi
penurunan tekanan turgor pada sel-selnya. Tetapi, tumbuhan memiliki sistem
kendali untuk mengatasi kekurangan air agar tidak terlalu ekstrim. Tumbuhan
merespon kekurangan air dengan cara memperlambat laju transpirasi (penguapan).
Kekurangan air akan memacu pembentukan dan pembebasan hormon asam absisat (ABA,
abscisic acid) dari sel-sel mesofil daun yang menyebabkan stomata tertutup.
Saat musim kemarau panjang maka tumbuhan akan
mengalami kekurangan air. Pada saat kemarau, beberapa jenis tumbuhan mengurangi
penguapan dengan cara menggugurkan daunnya. Tumbuhan gurun pasir beradaptasi
terhadap kekurangan air dengan cara membentuk daun seperti duri. Sedangkan
tumbuhan yang hidup di air memiliki daun yang tipis dan lebar untuk mempercepat
proses penguapan.
C.Derajat Keasaman
Hujan asam
dapat menambah keasaman tanah.Jika keadaan tanah.Jika keadaan tanah terlalu
asam ,klorofil akan rusak sehingga mengganggu fotosintesis .Tanah bekas
rawa-rawa dan tanah potsolik yang berwarna merah kekuningan cenderung bersifat
asam .Tanah jenis ini harus dicampur dengan kapur sebelum ditanami agar
keasamannya berkurang
D.Kadar Garam
Kadar garam NaCl dan garam-garam
lainnya dalam air tanah sangat berpengaruh pada proses penyerapan air oleh
sel-sel rambut akar.Kadar garam air tanah yang terlalu tinggti menyebabkan sel
tumbuhan kehilangan cairan karena sel akan mengalami plamolisis (lepasnya
protoplasma ke luar sel).Sebagian besar tumbuhan tidak akan dapat bertahan
hidup dalam lingkungan dengan kadar garam tinggi,kecuali pada tumbuhan halofit
seperti mangrove yang hidup di kawasan pesisir.
E.Cahaya Matahari
Cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan
makhluk hidup. Tumbuhansangat membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis.
Namun keberadaan cahaya ternyata dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan karena
cahaya dapat merusak hormon auksin yang terdapat pada ujung batang. Bila kamu
menyimpan kecambah di tempat gelap selama beberapa hari, kecambah itu akan
tumbuh lebih cepat (lebih tinggi) dari seharusnya, namun tampak lemah dan
pucat/kekuning-kuningan karena kekurangan klorofil. Selain tumbuhan, manusia
juga membutuhkan cahaya matahari untuk membantu pembentukan vitamin D.
F.Suhu
Suhu memiliki pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan
perkembangan tanaman. Contohnya pada padi yang ditanam pada awal musim kemarau
dimana suhu rata-rata tinggi akan lebih cepat dipanen daripada padi yang
ditanam pada musim penghujan dimana suhu rata-rata lebih rendah. Hal ini
disebabkan karena semua proses dalam pertumbuhan dan perkembangan seperti
penyerapan air, fotosintesis, penguapan, dan pernapasan pada tanaman
dipengaruhi oleh suhu.
Semua makhluk hidup membutuhkan suhu yang sesuai untuk menunjang pertumbuhan
dan perkembangannya. Suhu ini disebut suhu optimum, misalnya suhu tubuh manusia
yang normal adalah sekitar 37°C.
Pada suhu optimum, semua makhluk hidup dapat
tumbuh dan berkembang dengan baik. Hewan dan manusia memiliki kemampuan untuk
bertahan hidup dalam kisaran suhu lingkungan tertentu. Tumbuhan menunjukkan
pengaruh yang lebih nyata terhadap suhu. Padi yang ditanam pada awal musim
kemarau (suhu udara rata-rata tinggi) lebih cepat dipanen daripada padi yang
ditanam pada musim penghujan (suhu udara rata-rata rendah). Jenis bunga mawar
yang tumbuh dan berbunga dengan baik di pegunungan yang sejuk, ketika ditanam
di daerah pantai yang panas pertumbuhannya menjadi lambat dan tidak menghasilkan
bunga yang seindah sebelumnya. Hal ini disebabkan karena semua proses dalam
pertumbuhan dan perkembangan seperti penyerapan air, fotosintesis, penguapan,
dan pernapasan pada tumbuhan dipengaruhi oleh suhu.
G.Kelembapan
Kelembapan adalah banyaknya kandungan uap air dalam udara
atau tanah. Tanah yang lembab berpengarauh baik terhadap pertumbuhan tumbuhan.
Kondisi yang lembab banyak air yang dapat diserap oleh tumbuhan dan lebih
sedikit penguapan. Kondisi ini sangat mempengaruhi sekali terhadap pemanjangan
sel. Kelembapan juga penting untuk mempertahankan stabilitas bentuk sel. Kelembaban tanah (habitat tumbuhan) & udara umumnya mempercepat
pertumbuhan. Hal ini terjadi karena sel-sel akan mengalami pembelahan yang
maksimal.
2.5 CAHAYA SEBAGAI SALAH SATU FAKTOR PERTUMBUHAN
Cahaya bermanfaat bagi tumbuhan terutama sebagai energi yang nantinya di
gunakan untuk proses fotosintesis, yaitu membentuk zat makanan.Cahaya juga
mempengaruhi pembentukan klorofil. Efek cahaya meningkatkan kerja enzim untuk
memproduksi zat metabolic untuk pembentukan klorofil. Sedangkan, pada proses
fotosintesis, intensitas cahaya mempengaruhi laju fotosintesis saat merlangsung
reaksi terang. Jadi, cahaya secara tidak langsung mengendalikan pertumbuhan dan
perkembangan tanaman, karena hasil fotosintesis berupa karbohidrat di gunakan
untuk pembentukan organ-organ tumbuhan.
Meskipun berperan dalam proses fotosintesis dan pembentukan klorofil,
keberadaan cahaya dapat menghambat pertumbuhan. Hal ini terjadi karena cahaya
dapat memacu difusi auksin (cahaya menghambat pertumbuhan meninggi karena
cahaya dapat menguraikan hormon auksin) ke bagian yang tidak terkena cahaya.
Hal ini dapat kita lihat pada tumbuhan yang berada di tempat gelap akan lebih
cepat tinggi dari pada tumbuhan yang berada di tempat terang. Pertumbuhan yang
cepat di tempat gelap di sebut etiolasi
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. JENIS PENELITIAN
Penyusunan
karya tulis ilmiah ini menggunakan metode eksperimen, metode eksperimen adalah
metode yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi terhadap objek penelitian
serta adanya kontrol (Nazir,2003). Eksperimen ini dilakukan
dengan percobaan menggunakan objek kacang hijau pada media kapas
basah dan disimpan di tempat yang berbeda, yaitu pada tempat terang dan gelap.
3.2. VARIABEL PENELITIAN
1.
Variabel Bebas :
Pemberian Intensitas cahaya di tempat terang (terkena sinar matahari),
dan di tempat teduh (tidak terkena sinar matahari langsung).
2.
Variabel Terikat :
Morfologi kacang hijau dan pertumbuhan kacang hijau.
3.
Variabel Kontrol :
a. Tempat penelitian pada plastik polibek ukuran kecil.
b. Media penelitian pada kapas basah yang tidak terlalu basah dan tidak
terlalu kering,dan dilakukan penyiraman secara rutin sehari sekali.
d. Setiap gelas terdapat 5 buah biji kacang hijau.
3.3.
WAKTU DAN TEMPAT PENELTIAN
1. Waktu Penelitian : senin ,30 Juli 2018 – ,13 Agustus 2018
2. Tempat penelitian : SMA HANG TUAH 1 JAKARTA
a. Pada intensitas cahaya terang (terkena sinar matahari langsung) di
halaman rumah.
b. Pada intensitas cahaya gelap (tidak terkena sinar matahari langsung) di
samping lemari.
3.4. ALAT DAN BAHAN
# Alat
1. 6 buah gelas plastik, 3
di tempat terang, dan 3 lagi di tempat gelap.
2. Penggaris, untuk
mengukur panjang batang dari hari ke hari.
3. Alat tulis, untuk menuliskan pertumbuhan dan perkembangan pada penelitian
yang berbeda setiap harinya.
4.Tag nama untuk member tanda gelap dan terang
#Bahan
1. 30 buah kacang hijau,
sebagai objek penelitian (5 biji tiap gelas).
2. Kapas..
3. Air, sebagai bahan tambahan yang digunakan untuk membasahi atau / membuat
kapas lembab.
3.5. CARA KERJA
1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.
2. Rendam kacang hijau ± setengah hari untuk mengetahui
mana biji kacang yang layak kita gunakan umtuk dijadikan objek eksperimen.
3. Masukan kapas ke dalam gelas
plastik dan di beri sedikit air (tidak boleh terlalu basah dan juga tidak boleh
terlalu kering).
4.Setelah kacang direndam, masukan kacang ke dalam gelas plastik yang telah
berisi kapas (kacang di simpan di atas kapas).
6. Simpan 3 gelas plastik tersebut pada tempat terang (halaman rumah) dan juga
3 gelas plastik pada tempat gelap (di samping lemari).
8. Amati lalu catat dan dokumentasikan hasil pengamatan setiap
harinya.
3.6. PENGAMBILAN DATA
Data diambil dari hasil pengamatan dan pengukuran pada perkembangan dan pertumbuhan
kacang hijau selama 6 hari, Dari setiap tempat terdapat 3 gelas plastik.Data yang telah
diperoleh tersebut diolah menjadi statistik sederhana, yaitu dengan cara
mencari rata-rata tinggi pertumbuhan kacang dari hari ke hari pada tempat gelap
maupun terang.
|
Nama
|
Kondisi
|
Hari ke
|
|||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
||
|
Ratih
Kumalasari
|
Gelap
|
0,0
|
2,5
|
10
|
20
|
25,5
|
26,0
|
|
Terang
|
0,0
|
1,0
|
1,5
|
9,5
|
13,00
|
16,0
|
|
|
Tazkia
Azzahra
|
Gelap
|
0,0
|
2,4
|
6,6
|
16,5
|
20,5
|
24,0
|
|
Terang
|
0,0
|
0,8
|
2,1
|
11,2
|
12,0
|
17,0
|
|
|
Febriansyah
K.J
|
Gelap
|
0,0
|
3,0
|
7,4
|
12,7
|
15,8
|
26,9
|
|
Terang
|
0,0
|
1,3
|
2,5
|
8,0
|
10,5
|
mati
|
|
BAB
IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. DATA HASIL PENGAMATAN
Tebel pertumbuhan batang kacang dalam
satuan cm



4.2. PEMBAHASAN
a. Tempat Gelap
|
Hari Ke-
|
Perkembangan
|
|
1
|
Pada
sekitar biji kacang, kapas menjadi warna hijau pudar dan ukuran biji kacang
membesar. Tetapi, belum muncul kecambah
|
|
2
|
Kecambah
mulai tumbuh dari setiap kacang, kacang terlihat segar dan sehat
|
|
3
|
Akar
tumbuh mengarah ke bawah dan kacang mengarah ke atas
|
|
4
|
Kulit
kacang mengelupas sekitar ¼ bagian
|
|
5
|
Kecambah
/ batang kacang berwarna putih dengan bentuk tidak beraturan (tidak tegak
lurus) dan berukuran tipis
|
|
6
|
1
dari 3 kacang mempunyai batang kacang yang sedikit berwarna pucat pudar
|
|
7
|
Daun
mulai tumbuh dengan warna hijau muda pucat
|
b. Tempat
Terang
|
Hari Ke-
|
Perkembangan
|
|
1
|
Pada
sekitar biji kacang, kapas menjadi warna hijau pudar dan ukuran biji kacang
membesar. Tetapi, belum muncul kecambah
|
|
2
|
Hanya
2 dari 4 kacang yang sudah terlihat tumbuh kecambah. Akar tumbuh mengarah ke
bawah dan kacang mengarah ke atas.
|
|
3
|
1
dari 2 kacang yang telah tumbuh menjadi kering dan tidak ada pertumbuhan. 1
kacang lagi tumbuh dan kulit kacang mulai mengelupas
|
|
4
|
Hanya
1 kacang yang bertahan, dan terus tumbuh dengan keadaan batang berwarna
putih, tegak lurus, dan kokoh
|
|
5
|
Semua
kulit terkelupas dari kacang dan mulai terlihat daun berwarna hijau tua
|
|
6
|
Batang
semakin panjang, dan daun semakin lebar
|
|
Jika
Mati . Kacang layu karena kapas kering oleh sinar matahari
|
|
4.3. Analisa Data
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan telah menunjukkan bahwa terdapat
perbedaan pertumbuhan dan perkembangan di tempat yang terkena cahaya (terang)
dan yang tidak terkena cahaya (gelap). Hal ini menunjukkan bahwa cahaya
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau.
Apabila ditanam di tempat gelap, maka tanaman kecambah akan tumbuh lebih
panjang daripada normalnya. Peristiwa itu terjadi karena pengaruh fitohormon,
terutama hormon auksin. Fungsi utama hormon auksin adalah sebagai pengatur
pembesaran sel dan memacu pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung.
Hormon auksin ini sangat peka terhadap cahaya matahari. Bila terkena cahaya
matahari, hormon ini akan terurai dan rusak. Pada keadaan yang gelap, hormon
auksin ini tidak terurai sehingga akan terus memacu pemanjangan batang.
Akibatnya, batang tanaman akan lebih panjang jika ditanam di tempat yang gelap,
tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang sehat, akar yang banyak dan
lebat, batang terlihat kurus tidak sehat, warna batang dan daun pucat serta
kekurangan klorofil sehingga daun berwarna kuning (etiolasi).
Jika ditanam di tempat terang, maka kecambah akan tumbuh lebih pendek
dari pada yang ditanam di tempat gelap.
Peristiwa itu juga terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin.
Seperti yang telah dijelaskan di atas, hormon auksin ini akan terurai dan rusak
sehingga laju pertambahan tinggi tanaman tidak terlalu cepat. Akibatnya, batang
tanaman akan lebih pendek, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang sehat,
subur, batang terlihat gemuk, daun terlihat segar dan berwarna hijau serta
memiliki cukup klorofil.
Pada tumbuhan kacang hijau milik Febrianyah mati karena kekurangan .Akibat dari kekurangan
air akan
mengganggu aktifitas fisiologis maupun morfologis, sehingga mengakibatkan terhentinya pertumbuhan.
Defisiensi air yang terus menerus akan menyebabkan perubahan irreversibel (tidak
dapat balik) dan pada gilirannya tanaman akan mati (Haryati, 2008).Respon
tanaman terhadap stres air sangat ditentukan oleh tingkat stres yang dialami
dan fase pertumbuhan
tanaman saat mengalami cekaman. Respon tanaman yang mengalami cekaman kekeringan mencakup perubahan
ditingkat seluler dan molekuler seperti perubahan pada pertumbuhan tanaman, volume
sel menjadi lebih kecil, penurunan luas daun, daun menjadi tebal,adanya rambut
pada daun, peningakatan ratio akar-tajuk, sensitivitas stomata, penurunan
lajufotosintesis, perubahan metabolisme karbon dan nitrogen, perubahan produksi
aktivitas enzim danhormon, serta perubahan ekspresi
Pertanyaan :
1)Mengapa
tanaman yang tumbuh diruang gelap lebih cepat tinggi?
Tanaman yang diletakkan ditempat gelap dapat tumbuh
dengan cepat karena disebabkan oleh adanya aktivitas ormone auksin yang lebih
besar dibandingkan pada tempat yang terang. Aktivitas ormone auksin dipengaruhi
oleh intensitas cahaya matahari. Semakin sedikit cahaya matahari maka aktivitas
ormone auksin akan semakin besar, dan sebaliknya semakin banyak cahaya matahari
maka aktivitas ormone auksin akan semakin sedikit. Hal ini disebabkan karena
cahaya matahari dapat merusak ormone auksin. Hormon auksin berfungsi untuk
memacu pemanjangan sel. Jadi semakin banyak aktivitas ormone auksin maka
pertumbuhan tanaman akan semakin cepat dan sebaliknya. Hal inilah yang
menyebabkan pertumbuhan tanaman yang ditempatkan di daerah gelap lebih cepat
dibandingkan di daerah terang. Peristiwa ini disebut “etiolasi”
2) Mengapa tanaman yang tumbuh ditempat
gelap lebih pucat?
Cahaya merupakan sumber energi dalam fotosintesis.
Tanpa cahaya, tumbuhan tidak akan mampu berfotosintesis dengan baik dan
menyebabkan tumbuhan terganggu pertumbuhannya. Cahaya juga merupakan faktor
penghambat pertumbuhan. Hormon auksin menjadi tidak aktif ketika ada cahaya.
Hal ini menyebabkan tumbuhan yang ditanaman di tempat terkena cahaya matahari
menjadi lebih pendek dibandingkan tumbuhan yang ditanam di tempat gelap.
Kekurangan cahaya pada saat perkecambahan akan menyebabkan gejala etiolasi di
mana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat tetapi lemah dan berwarna kuning
pucat.
3) Apa yang terjadi bila tanaman di
tempatkan di tempat gelap terus menerus? Apa sebabnya?
Batang pada
tanaman akan melemah dan akhirnya tanaman akan mati/layu karena tanaman tidak
mendapatkan cahaya untuk fotosintesis sehingga tanamanpun akan layu dan mati.
BAB V
PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
Dari hasil penelitian pengaruh faktor cahaya terhadap pertumbuhan dan
perkembangan biji kacang hijau, dapat disimpulkan bahwa cahaya dapat
mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Proses pertumbuhan
dan perkembangan tumbuhan membutuhkan cahaya. Namun, banyak sedikitnya
cahaya yang dibutuhkan tiap tumbuhan berbeda-beda, begitu pula dengan tumbuhan
kacang hijau.
Dari penelitian yang telah dilakukan terhadap pertumbuhan dan perkecambahan
biji kacang hijau, biji kacang hijau yang diletakan ditempat gelap dan terang
akan mempunyai perbedaan. Biji kacang hijau yang terkena cahaya matahari secara
langsung (terang) pertumbuhannya lebih lambat, daunnya lebar & tebal,
berwarna hijau, batang tegak, dan kokoh. Sedangkan, biji kacang hijau yang
tidak terkena cahaya matahari (gelap) pertumbuhannya lebih cepat tinggi
(etiolasi), daunnya tipis, berwarna pucat, dan batang melengkung tidak kokoh.
Hal ini terjadi karena cahaya memperlambat/menghambat kerja hormone auksin dalam
pertumbuhan meninggi (primer). Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang
telah dibuat sebelumnya telah benar.
5.2 SARAN
1. Perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk dapat menghasilkan data dan
kesimpulan yang lebih akurat dan dapat dipertanggung jawabkan.
2. Dalam pelaksanaan penelitian harus lebih teliti dan cermat, dan
diperlukan uji ulang terhadap hasil penelitian.
3. Dalam melakukan suatu percobaan, lebih baik melakukan
percobaan di tempat yang sekiranya tidak ada sesuatu yang mengganggu seperti
hama tanaman, hewan, sehingga percobaan akan aman dan berhasil.
4. Dalam mengukur tinggi kecambah, harus dilakukan
secara teliti.
5. Dalam melakukan percobaan, hendaknya memperhatikan
kualitas kacang hijau yang akan ditanam dan memperhatikan kondisi lingkungan
yang sesuai dengan apa yang ingin diteliti sehingga hasil percobaan itu baik
dan valid
Lampiran
Hari
Kedua Hari
Ketiga


Hari Keempat Hari
Kelima


Hari kelima Hari
Keenam
