Kamis, 30 Agustus 2018

laporan praktikum perkembangan perkecambahan


LAPORAN PRAKTIKUM
Faktor –Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Perkecambahan”

Makalah ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Biologi

LogoHTBaru.jpg


Disusun oleh : 12-IPA 2

-           Febriansyah Kusuma Jati
-        Ratih Kumalasari
-        Tazkia Azzahra

Dibimbing oleh :
Ibu Puji Astuti S.pd


SMA HANG TUAH 1 JAKARTA
TAHUN 2018
Jl.Ciledug Raya Komplek Seskoal Cipulir,Kebayoran Lama,Jakarta Selatan 12230 Telp.(021)7229860-61,Email: sma_hangtuah1@gmail.com

KATA PENGANTAR


            Puji beserta syukur, penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudulFaktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan perkecambahan .Makalah ini penulis susun,dalam rangka memenuhi tugas dalam mata pelajaran biologi yang penulis laksanakan.
Atas dukungan baik moral dan materi dalam proses penyusunan makalah ini,maka penulis banyak mengucapkan terimakasih kepada:
1)      Puji Astuti S,pd  guru mata pelajaran biologi
2)      Orang tua,keluarga dan teman-teman penulis,yang telah membantu penulis dalam penyelesaian penulisan makalah ini.
Penulis berharap bahwa makalah ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca dalam mengetahui tentang sejarah dan perkembangan pemikiran akuntansi syariah.
Menyadari bahwa suatu karya dibidang apapun tidak terlepas dari kekurangan, oleh karenanya, saran dan kritik yang bermanfaat  dari setiap pembaca sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

                       


 Jakarta ,6 Agustus 2018


                                                                                               

Penulis



 

Contents

 

 

 

 

 

 







 

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1            LATAR BELAKANG


Tumbuh dan berkembang merupakan ciri dari setiap makhluk hidup, tak terkecuali tumbuhan. Tumbuhan tumbuh dari kecil menjadi besar dan berkembang dari satu sel zigot menjadi embrio kemudian berkembang lagi menjadi satu individu yang mempunyai akar, batang dan daun. Pertumbuhan diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversibel yaitu tidak dapat kembali ke bentuk semula. Pertumbuhan dan perkembangan pada biji diawali dari perkecambahan. Perkecambahan adalah proses pertumbuhan dan perkembangan embrio. Sedangkan yang di maksaud perkembangan adalah peristiwa yang berawal dari differensiasi yang semakin tampak perbedaan struktur dan fungsi masing-masing organ hingga perubahan yang terjadi semakin kompleks.
Salah satu contoh tumbuhan yang mengalami perkecambahan ialah kacang hijau. Kacang hijau adalah tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tanaman ini memiliki kulit yang hijau, berbiji putih, dan sering dibuat kecambah atau toge. Dalam pertumbuhan tanaman kacang hijau, memerlukan media dan dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah cahaya. Sehubungan dengan adanya kacang hijau yang dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh cahaya, pada penelitian ini akan membahas mengenai pengaruh yang akan timbul akibat dari pemberian intensitas cahaya yang berbeda. Kacang hijau termasuk tumbuhan hijau, memerlukan cahaya tidak hanya untuk membuat makanan, tetapi juga untuk pertumbuhannya.
Cahaya matahari adalah sumber energi utama bagi kehidupan seluruh makhluk hidup didunia. Bagi manusia , hewan, dan tumbuhan, cahaya matahari adalah penerang dunia ini. Selain itu, bagi tumbuhan khususnya yang berklorofil cahaya matahari sangat menentukan proses fotosintesis. Kekurangan cahaya matahari akan mengganggu proses fotosintesis dan pertumbuhan, meskipun kebutuhan cahaya tergantung pada jenis tumbuhan.
Seperti teori yang sudah ada, tumbuhan yang mengalami kekurangan cahaya saat perkembangan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi, dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah dan daunnya berukuran kecil, tipis dan berwarna pucat ( tidak hijau.Semua ini terjadi dikarenakan tidak adanya cahaya sehingga dapat memaksimalkan fungsi auksin untuk penunjang sel – sel tumbuhan sebaliknya, tumbuhan yang tumbuh ditempat terang menyebabkan tumbuhan – tumbuhan tumbuh lebih lambat dengan kondisi relative pendek, daun berkembang, lebih lebar, lebih hijau, tampak lebih segar dan batang kecambah lebih kokoh.
Hal tersebut sering kali terjadi pada beberapa tumbuhan, salah satunya kacang hijau tadi. Pertumbuhan yang dialami kacang hijau ini dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah cahaya. Oleh sebab itu kami memilih permasalahan ini sebagai poin penting dalam pelaksanaan penilitian kami. Kami ingin membuktikan bahwa teori yang telah berkembang memang benar adanya

1.2.      RUMUSAN MASALAH


a)     Apakah ada pengaruh cahaya matahari terhadap kecepatan pertumbuhan kecambah kacang hijau ?
b)     Bagaimana cahaya mataharai dapat mempengaruhi proses pertumbuhan kecambah kacang hijau ?
c) Bagaimana perbedan pertumbuhan pada kacang hijau yang mendapatkan cahaya matahri langsung dengan dan kacang hijiau yang tidak mendapt cahaya matahari ?
d)  Bagaimana pengaruh volume air terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau ?
e) Bagimana pengaruh kelembaban terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau ?

1.3.     TUJUAN PENELITIAN


     a)      Mengetahui pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kecambah kacang hijau.
     b)      Mengamati pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kecambah kacang hijau.
     c)      Mengetahui perbedaan tumbuhan pada kacang hijau yang terkena cahaya matahari dan tidak terkena sinar matahari langsung.
     d)   Untuk mengetahui perbedaan tumbuhan pada kacang hijau yang terkena cahaya matahari dan tidak terkena sinar matahari langsung.


Untuk mencegah melebarnya pembahasan  masalah dan untuk menjaga agar pembahasan tetap sesuai dengan tujuan penelitian, maka pembahasan pada penelitian ini dibatasi pada hal-hal sebagai  berikut :
a)      Pertumbuhan yang diamati terbatas hanya pada panjang batang dan kesegaran daun.
b)      Faktor lingkungan yang dianggap mempengaruhi pertumbuhan hanya faktor cahaya.
c)      Jenis tumbuhan yang diamati adalah kacang hijau.

1.5.           MANFAAT PENELITIAN
Manfaat untuk penyusun :
Dengan melakukan penelitian untuk menyusun karya tulis ilmiah ini, dapat memberikan pengalaman khususnya untuk kami sebagai peneliti sekaligus penyusun karya tulis ini serta pengetahuan tentang pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau dan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau yang diletakan dilingkungan yang berbeda intensitas cahayanya.
Manfaat untuk pembaca :
Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau dan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau yang diletakan dilingkungan yang berbeda intensitas cahayanya, sehingga dapat menanam kacang hijau dengan intensitas cahaya yang tepat.

1. Biji kacang hijau yang terkena cahaya matahari akan terlihat lebih baik dan sehat dibanding dengan yang tidak terkena cahaya matahari.
- Ada perbedaan pada pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau yang diberi cahaya matahari dan yang tidak. (Hipotesis Alternative)
- Tidak ada perbedaan pada pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau yang diberi cahaya matahari dan yang tidak. (Hipotesis Nol)
2. Dalam proses perkecambahan kacang hijau yang dipengaruhi cahaya matahari akan mempercepat pembelahan kotiledon untuk pembentukan daun.

·         Kacang hijau merupakan salah satu tanaman semusim yang berumur pendek(kurang lebih 60 hari). Dalam dunia tumbuh-tumbuhan, tanaman ini diklasifikasikan seperti berikut ini:
·         Kingdom                     :  Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom
                : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi
                : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi
                           : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas
                           : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas
                    : Rosidae
Ord
o                            : Fabales
Famili
                          : Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus
                          : Phaseolus
Spesies
                        Phaseolus radiatus L.

·         Tanaman kacang hijau berbatang tegak dengan ketinggian sangat bervariasi, antara 30-60 cm, tergantung varietasnya. Cabangnya menyamping pada bagian utama, berbentuk bulat dan berbulu. Warna batang dan cabangnya ada yang hijau dan ada yang ungu. Daunnya trifoliate (terdiri dari tiga helaian) dan letaknya berseling. Tangkai daunnya cukup panjang, lebih panjang dari daunnya. Warna daunnya hijau muda sampai hiaju tua. Bunga kacang hijau berwarna kuning, tersusun dalam tandan, keluar pada cabang serta batang, dan dapat menyerbuk sendiri. Polong kacang hijau berebntuk silindris dengan panjang antara 6-15 cm dan biasanya berbulu pendek. Sewaktu muda polong berwarna hijau dan dan setelah tua berwarna hitam atau coklat.





BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1.     PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA TUMBUHAN


A.Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan
Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume yang irreversible (tidak dapat kembali) karena adanya pembelahan mitosis atau pembesaran sel, dapat juga disebabkan oleh keduanya. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif (dihitung dengan angka). Sedangkan  perkembangan adalah terspesialisasinya sel-sel menjadi struktur dan fungsi tertentu. Perkembangan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran, tetapi dapat dinyatakan dengan perubahan bentuk dan tingkat kedewasaan.
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil dari tiga kegiatan ,yaitu pembelahan sel,pembesaran sel,dan diferensiasi sel-sel
1)      Pembelahan sel ,yaitu sel membelah secara mitosis untuk menghasilkan dua sel anak.Dua sel anak yang terbentuk kemudian akan membelah lagi menghasilkan empat sel anak,dan seterusnya sehingga terjadi pertambahan jumlah sel
2)      Pembesaran sel,yaitu pertambahan ukuran sel anak sebagai akibat bertambahnya subtansi material dalam sel
3)      Diferensiasi sel-sel,yaitu perubahan sel-sel selama masa pertumbuhan hingga terbentuk organ-organ yang mempunyai struktur dan fungi berbeda ,misalnya akar,batang,dan daun
Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan perkecambahan biji. Kemudian, kecambah berkembang menjadi tumbuhan kecil sempurna, yang kemudian tumbuh membesar. Setelah mencapai masa tertentu tumbuhan akan berbunga dan menghasilkan biji kembali.
Perkecambahan adalah munculnya plumula (tanaman kecil dari dalam biji). Berdasarkan letak kotiledonnya, perkecambahan dibedakan menjadi 2, yaitu epigeal dan hypogeal. Perkecambahan epigeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga atau hipokotil sehingga mengakibatkan daun lembaga  dan kotiliden terangkat ke atas tanah, misalnya kacang hijau. Sedangkan perkecambahan hypogeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang teratas (epikotil) sehingga daun lembaga ikut tertarik ke atas tanah, tetapi kotiledon tetap di dalam tanah, misalnya pada biji kacang kapri.
Pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan internal, salah satu faktor eksternal adalah cahaya. Tumbuhan memerlukan cahaya. Banyaknya cahaya yang diperlukan tidak selalu sama pada setiap tumbuhan. Umumnya,  cahaya menghambat pertumbuhan meninggi karena cahaya dapat menguraikan auksin (suatu hormone pertumbuhan). Pertumbuhan yang cepat di tempat gelap disebut etiolasi.
Cahaya juga merangsang pembungaan tumbuhan tertentu. Ada tumbuhan yang dapat berbunga pada hari pendek (lamanya penyinaran matahari lebih pendek daripada waktu gelapnya). Ada pula tumbuhan yang berbunga pada hari panjang (lamanya penyinaran lebih panjang daripada waktu gelapnya). Hal tersebut berhubungan dengan aktifitas hormon fitokrom dalam tumbuhan. Selain mempengaruhi pembungaan, fitokrom berpengaruh terhadap etiolasi, pemanjangan batang, pelebaran daun, dan perkecambahan.
Fitokrom adalah protein dengan kromatofora yang mirip fikosianin. Fitokrom mempunyai dua macam struktur yang reversible yaitu yang dapat mengabsorpsi cahaya merah (600 nm) disingkat Pr dan yang dapat mengabsorpsi cahaya merah jauh, far red (730 nm) disingkat Pfrt
B.Struktur Biji
Biji merupakan bagian yang berasal dari bakal biji dan di dalamnya mengandung calon individu baru, yaitu lembaga. Lembaga akan terjadi setelah terjadi penyerbukan atau persarian yang diikuti oleh pembuahan.Biji (bahasa Latin:semen) adalah bakal biji (ovulum) dari tumbuhan berbunga yang telah masak. Dari sudut pandang evolusi, biji merupakan embrio atau tumbuhan kecil yang termodifikasi sehingga dapat bertahan lebih lama pada kondisi kurang sesuai untuk pertumbuhan.
1.Bagian – Bagian Biji

a. Kulit Biji (Testa)
Kulit biji terletak paling luar. Testa berasal dari intergumen ovule yang mengalami modifikasi selama pembentukan biji berlangsung. Seluruh bagian intergumen dapat berperan dalam pembentukan kulit biji. Akan tetapi pada kebanyakan biji sebagian besar dari jaringan intergumen itu dihancurkan dan diserap oleh jaringan berkembang lain pada biji itu. Pada kulit biji beberapa tumbuhan dapat dijumpai suatu lapisan sel memanjang secara radial, yang menyerupai palisade tetapi tanpa ruang – ruang interseluler yang dinamakan sel malpighi. Lapisan itu terdiri atas selulosa, lignin dan juga kitin.
Lapisan testa terdiri dari :
Sarkotesta : Lapisan terluar
Sklerotesta : Lapisan bagian tengah, tebal dan keras
Endotesta : Lapisan terdalam, selaput tipis & berdaging
Ada bagian-bagian yang sering menyertai permukaan biji, yang pada masing-masing biji mempunyai bagian yang berbeda. Bagian-bagian itu adalah:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXQtVrEmeM3LA9Qk9Ry5oY-x9aTSd15YngJXa2GwU-ASkLfWohpYcdyj2AwJeQWwNtKynhz9C1EPzGgMaH8sjzfWVJkYKiozUV2jOoe7u0es-NjwAWQD0phBds25Ek63B-leDoGrsOLL4/s320/image044.gif
1)Sayap (Ala) :Merupakan pelebaran dari kulit luar sehingga membentuk sayap.
2)Bulu (Coma):Merupakan penonjolan sel-sel kulit luar biji yang berupa rambut-rambut halus.
3)Salut Biji (Arillus):Merupakan pertumbuhan dari tali pusar.
4)Salut Biji Semu (Arillodium) :Merupakan pertumbuhan di sekitar liang bakal biji (Microphyle).
5)Pusar Biji (Hilus) :Merupakan berkas perlekatan dengan tali pusar.
6)Liang Biji (Microphyle):Liang kecil berkas masuknya buluh serbuk sari kedalam bakal biji pada peristiwa pembuahan. Tepi liang ini sering tumbuh menjadi badan berwarna keputih-putihan dan lunak yang disebut karankula.
7)Berkas-Berkas Pembuluh Pengangkutan (Chalaza):Merupakan tempat pertemuan antara intergumen dengan nukleus.
8)Tulang Biji (Raphe) :Terusan tali pusar pada biji. Biasanya terdapat pada biji yang berasal dari bakal biji.
Pada biji-biji tertentu ada lapisan luar yang menjadi berlendir apabila terkena air. Lendir merupakan bagian berpektin pada lapisan dinding selnya yang akan mengembung bila terkena air dan akan memperlihatkan tekstur bergaris – garis. Lamela tengah tidak cukup elastik untuk menampung pembengkakan sehingga menjadi robek dan lapisan dinding luar yang berkutin tertutup kutikula, terangkat dan pecah – pecah. Dibawah epidermis terdapat 1 atau 2 lapisan sel. Dibawah lapisan sel – sel tersebut ada lapisan sel – sel sklerenkim memanjang yang bernoktah. Sklerenkim ini letaknya sejajar tegak lurus terhadap sel – sel parenkim. Sel parenkim ini mengandung banyak pati yang diserap oleh jaringan lain selama perkembangan biji itu.
2.. Cadangan Makanan
Cadangan makanan merupakan kandungan yang ada dalam biji, baik dalam jumlah sedikit maupun banyak. Biji yang sedikit atau bahkan tidak ada Cadangan makanan disebut biji eskalbumin. Cadangan makanan berfungsi sebagai jaringan penyimpan.Cadangan makanan memperkuat daya serap biji akan hara yang diperlukan tumbuhan dalam perkembangannya. Cadangan makanan bersel kecil berwarna putih agak kelabu, berdinding tipis, mengandung butir aleuron dan tetes minyak serta bahan cadangan tersimpan di dalam selnya.
Perkembangan cadangan makanan umunya dimulai sebelum perkembangan embrio. Cadangan makanan berkembang dari pembelahan mitosis inti endosperm yang dihasilkan dari peleburan salah satu gamet jantan dengan 2 inti kutub atau dengan inti sekunder.Cadangan makanan tersebut kaya akan zat – zat makanan, yang disediakan bagi embrio yang sedang berkembang. Pada sebagian besar monokotil, cadangan makanan memupuk zat – zat makanan yang digunakan oleh biji setelah perkecambahan yang biasa disebut dengan endosperm. Pada banyak dikotil, cadangan makanan diangkut ke Cotyledon (keping biji) sebelum biji itu menyelesaikan perkembangannya dan sebagai akibatnya biji dewasa ini tidak mengandung endosperma.
Jaringan cadangan makanan pada biji yang bertumbuh dapat terjadi dari sel – sel berdinding tipis dengan vakuola besar – besar yang mengandung substansi cadangan.
Cadangan makanan mempunyai 2 tipe dinding sel, yaitu :
Dinding tipis : cadangan makanannya disimpan didalam selnya
Dinding tebal : cadangan makanannya disimpan didindingnya
3. Embrio
Embrio adalah suatu tanaman baru yang terjadi dari bersatunya gamet jantan dan betina pada suatu proses tumbuhan. Embrio merupakan sporofit muda, pada beberapa tumbuhan embrionya mempunyai kloroplas dan berwarna hijau. Embrio dikelilingi oleh kotiledon dan endosperma yang merupakan persediaan makanan.
Calon tumbuhan baru yang akan tumbuh menjadi tumbuhan baru terdiri dari:
-          Radikula (akar lembaga atau calon akar)
Dikotil : berkembang menjadi akar tunggang
Monokotil : berkembang menjadi akar serabut
AdChoices
-          Cotyledon (daun lembaga)
Merupakan daun kecil yang terletak di bawah daun pertama kecambah
-          Cauliculus (batang lembaga)
Ruas batang di atas daun lembaga (internodium epicotylum)
Ruas batang di bawah daun lembaga (internodium hypocotylum)
4. Struktur Anatomi Biji
a.Kulit biji : terletak di bagian luar biji dan melapisi seluruh bagian biji.
b.Hipokotil : bagian bawah aksis (pangkal) yang melekat pada kotiledon.
c.Radikula : bagian terminal (ujung).
d.Epikotil : bagian atas pangkal.
e.Plumula : bagian ujung, yaitu pucuk dengan sepasang daun.
f.Kotiledon : bagian cadangan makanan
# Perbedaan biji monokotil dan dikotil
- Biji Monokotil:
1) Berkeping satu
2) Terdapat endosperma
3) Makanan untuk pertumbuhan embrio di peroleh dari endosperma
- Biji Dikotil:
1) Berkeping dua
2) Tidak ada endosperma
3) Makanan untuk pertumbuhan embrio di peroleh dari cotyledon

2.2      Proses Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Proes pertumbuhan dan perkembangan dimulai tahap embrio hingga menjadi tumbuhan lengkap(tumbuhan dewasa ) .Proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dibagi menjadi tiga tahap ,yaitu perkecambahan , pertumbuhan primer,dan pertumbuhan sekunder.
1)Perkecambahan
Perkecambahan adalah peristiwa tumbuhnya embrio di dalam biji menjadi tanaman baru. Biji akan berkecambah jika berada dalam lingkungan yang sesuai. Perkecambahan biji bergantung pada imbibisi. Imbibisi merupakan penyerapan air oleh biji. Air yang berimbibisi menyebabkan biji mengembang, memecahkan kulit biji, dan memicu perubahan metabolic pada embrio yang menyebabkan biji tersebut melanjutkan pertumbuhannya. Munculnya plantula (tumbuhan kecil) dari dalam biji merupakan hasil pertumbuhan dan perkembangan embrio
Perkecambahan adalah proses pertumbuhan embrio dan komponen-komponen biji yang memiliki kemampuan untuk tumbuh secara normal menjadi tumbuhan baru. Komponen biji tersebut adalah bagian kecambah yang terdapat di dalam biji, misalnya radikula dan plumula. (Bagod Sudjadi, 2006).

Perkecambahan merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan embrio. Hasil perkecambahan ini adalah munculnya tumbuhan kecil dari dalam biji. Proses perubahan embrio saat perkecambahan adalah plumula tumbuh dan berkembang menjadi batang, dan radikula tumbuh dan berkembang menjadi akar. (Istamar Syamsuri, 2004).
           
Perkecambahan merupakan sustu proses dimana radikula (akar embrionik) memanjang ke luar menembus kulit biji. Di balik gejala morfologi dengan pemunculan radikula tersebut, terjadi proses fisiologi-biokemis yang kompleks, dikenal sebagai proses perkecambahan fisiologis. (Salisbury, 1985)

A.        Fase perkecambahan diikuti pertumbuhan 3 jaringan meristem primer, yaitu :
a.Protodrem : lapisan terluar yang akan membentuk jaringan epidermis
b.Meristem dasar akan berkembang menjadi jaringan dasar yang mengisi lapisan korteks pada akar diantara stele dan epidermis
c.Prokambium : lapisan dalam yang akan berkembang menjadi silinder pusat, yaitu floem dan xylem
B.        Tahapan dan perkembangan
a.Pembelahan sel (cleavage) : Jumlah bertambah banyak
b.Spesialisasi : sel-sel yang sejenis berkelompok
c.Diferensiasi sel : Sel-sel mengalami perbedaan bentuk dan fungsi
d.Organogenesis sel : proses pembentukkan organ-organ tumbuhan
e.Morfogenesis sel : Organ satu dengan yang yang lain memiliki
kekhususan dalam bentuk dan fungsi
Berdasarkan letak kotiledonnya, perkecambahan dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
kecambah1.png
A.    Perkecambahan Epigeal

Merupakan perkecambahan yang mengakibatkan kotiledon terangkat keatas tanah. Ruas batang di bawah daun lembaga (hipokotil) akan tumbuh lurus mengangkat kotiledon dan epikotil. Dengan demikian epikotil dan kotiledon terangkat ke atas permukaan tanah. Epikotil memunculkan helai daun pertamanya. Sedang kotiledon akan layu dan rontok karena cadangan makanannya telah habis oleh embrio yang berkecambah. Contohnya pada perkecambahan kacang hijau dan kacang tanah.

B.     Perkecambahan Hypogeal

Merupakan perkecambahan yang mengakibatkan kotiledon tetap tertanam di bawah. Tumbuhnya epikotil memanjang sehingga plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas permukaan tanah, sedangkan kotiledon tertinggal di dalam tanah. Contohnya pada perkecambahan kacang kapri dan jagung.

C.    Perbedaan Perkecambahan Epigeal dan Hipogeal

Hipogeal merupakan pertumbuhan dari epikotil, sementara dari epigeal, merupakan proses pertumbuhan memanjang dari hipokotil.
Epigeal, kotiledon dan juga plumula muncul di atas tanah, sementara pada hipogeal, hanya plumula saja yang muncul di atas tanah.
Hipogeal terjadi pada tumbuhan monokotil, sementara pada proses perkecambahan epigeal terjadi pada tumbuhan dikotil

D.    Urutan proses perkecambahan:

a.Masuknya air kedalam biji atau imbibisi
b.Aktifnya enzim-enzim untuk proses metabolisme, membongkar cadangan makanan dalam kotiledon / endosperm
c.Hasil pembongkaran berupa sumber energi sebagai bahan penyusun komponen sel, dan pertumbuhan embrio.
d.Embrio tumbuh dan berkembang

E.     Bagian – bagian perkecambahan :

a. Radikula : Adalah bakal calon akar yang tumbuh selama masa perkecambahan. Fungsinya untuk menyokong dan menyuplai bahan – bahan makanan untuk di proses pada bagian tanaman lainnya.
b. Kotiledon : Adalah daun kecil yang terletak di bawah daun pertama kecambah. Fungsinya untuk menyimpan cadangan makanan dan asimilasi.
c. Cauliculus : Adalah bakal calon batang yang tumbuh selama masa perkecambahan. Fungsinya sebagai bagian tanaman yang akan mengalami perkembangan ke atas untuk membentuk batang.
d.Hipokotil : Batang yang terletak di bagian bawah kotiledon
e. Epikotil : Batang yang terletak di bagian atas kotiledon
f. Testa : Adalah bagian yang melindungi bagian dalam biji.

2.3.     PENGARUH CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN KECAMBAH

Tumbuhan memerlukan jumlah cahaya yang berbeda untuk proses fotosintesis. Namun jumlah cahaya yang berlebihan dapat menghambat pertumbuhan karena merusak kerja hormon pertumbuhan (auksin). Fungsi utama hormon auksin adalah sebagai pengatur pembesaran sel dan memacu pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung tumbuhan yang mendapat cahaya kurang atau ditempat gelap akan terjadi pertumbuuhan yang sangat cepat, tetapi daun kecil dengan warna hijau muda, dan batang akan beruas-ruas panjang (etiolasi)

2.4.      FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN


1).Faktor Dalam (Internal)
A.Genetika
Genetika dikenal dengan gen merupakan sumber informasi yang dimiliki oleh sel organisme. Gen mengendalikan proses fisiologi & biokimia dalam sel sejalan dengan pertumbuhan & perkembangan. Akan tetapi, faktor genetika ini hanya akan optimal pada klorofil. Gen adalah substansi/materi pembawa sifat yang diturunkan dari induk. Gen mempengaruhi ciri dan sifat makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh, tinggi tubuh, warna kulit, warna bunga, warna bulu, rasa buah, dan sebagainya. Gen juga menentukan kemampuan metabolisme makhluk hidup, sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.
Hewan, tumbuhan, dan manusia yang memiliki gen tumbuh yang baik akan tumbuh dan berkembang dengan cepat sesuai dengan periode pertumbuhan dan perkembangannya.
Meskipun peranan gen sangat penting, faktor genetis bukan satu-satunya faktor yang menentukan pola pertumbuhan dan perkembangan, karena juga dipengaruhi oleh faktor lainnya. Misalnya tanaman yang mempunyai sifat unggul dalam pertumbuhan dan perkembangannya, hanya akan tumbuh dengan cepat, lekas berbuah, dan berbuah lebat jika ditanam di lahan subur dan kondisinya sesuai. Bila ditanam di lahan tandus dan kondisi lingkungannya tidak sesuai, pertumbuhan dan perkembangannya menjadi kurang baik.
Demikian juga ternak unggul hanya akan berproduksi secara optimal bila diberi pakan yang baik dan dipelihara di lingkungan yang sesuai.
B.Hormon
Hormon tumbuhan disebut juga fitohormon,. Hormon merupakan zat yang berfungsi untuk mengendalikan berbagai fungsi di dalam tubuh. Meskipun kadarnya sedikit, hormon memberikan pengaruh yang nyata dalam pengaturan berbagai proses dalam tubuh. Hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup beragam jenisnya.
a. Auksin
Auksin adalah senyawa asam aseta dengan gugus indol beserta derivatnya.Pusat pembentukan auksin adalah ujung koleoptil (pucuk tumbuhan).Jika terkena sianr matahari, auksin akan berubah menjadi senyawa yang menghambatpertumbuhan. Hal ini menuyebabkan batang akanmembengkok kearah datangnya cahaya, karenabagianyang tidak terkena cahaya pertumbuhannya lebih cepat daripada bagian yang terkena cahaya
Fungsi auksin adalah :
- mengembangkan sel-sel sehingga sel bertambah panjang
- merangsang pembentukan bunga dan buah
- mempercepat terjadinya diferensiasi di daerah meristem sehingga mempergiat kambium
membentuk sel-sel baru
Asam Indol Aseta (AIA) adalah zat tumbuh sintetik yang bermanfaat untuk pertanian. Asam Indol asetat dapat merangsang partenokarpi yaitu tanaman yang menghasilkan buah tanpa adanya penyerbukan dan pembuahan.

b. Giberelin
Giberelin adalh suatuzat yang mempunyai sifat seperti auksin. Giberelin diperoleh dari jamur Gibeberella fujikuori atau Fusarium moniliformae
Fungsi Giberelin adalah :
- mempercepat pertumbuhan
- membuat tanaman berbunga sebelum waktunya
- membuat tanaman menjadi lebih tinggi dari normal
- membuat buah terbentuk tanpa penyerbukan

c. Sitokinin
Sitokinin merupakan kumpulan senyawa yang berfungsi mirip atu sama lain. Sitokinin yang pertama ditemukan adalah kinetin. Zat yang berfungsi mempergiat pembelahan sel dan mempengaruhi pertumbuhan tunas dan akar.

d. Florigen
Hormon pertumbuhan ini diduga berperan dalam proses pertumbuhan bunga

e. Dormin
Dormin berfungsi menghambat pertumbuhan tumbuhan sehingga berlawanan dengan fungsi auksin maupun giberelin

f. Kalin
Pada tumbuhan hormon yang mempengaruhi pembentukan organ disebut kalin. Berdasarkan organ yang dipengaruhinya, kalin dibedakan atas ;
- rhizokalin mempengaruhi pembentukan akar
- kaulikalin mempengaruhi pembentukan batang
- filokalin mempengaruhi pembentukan daun
- antokalin mempengaruhi pembentukan bunga

g. Asam traumalin
Bila tumbuhan terluka, luka tersebut dapat diperbaiki kembali. Kemampuan ini disebut resitusi atau regenaerasi. Peristiwa ini dapat terjadi karena adanyaasam traumalin (asam traumalat)
2).Faktor Luar
Faktor luar merupakan segala sesuatu yang mempengaruhi pertumbuhan dan sumbernya berasal dari lingkungan .Faktor luar yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan,antara lain sebagai berikut :
A.Nutrisi
Tumbuhan hijau membutuhkan nutrisi yang umumnya dalam bentuk mineral yang diserap oleh tumbuhan hijaudari tanah melalui sistem perakaran, kemudian diangkut ke daun dengan bantuan jaringan pembuluh kayu (xilem). Proses pengambilan mineral oleh tumbuhan berbedabeda tergantung pada jenis mineralnya. Sejumlah tumbuhan tertentu mampu mengambil nitrogen bebas dari udara dengan bantuan jasad renik melalui proses yang dikenal
dengan nama fiksasi nitrogen (pengikatan nitrogen). Pada kebanyakan tumbuhan, nitrogen diambil dari dalam tanah dari mineral dalam bentuk ion-ion. Namun demikian,tanaman kopi mampu mengambil nitrogen langsung dari udara melalui daunnya.

Terdapat beberapa unsur yang diperlukan oleh tumbuhan dalam jumlah besar, yaitu karbon (C), Oksigen (O), Hidrogen (H), dan Nitrogen (N). Di samping itu juga diperlukan unsur P (fosfor). Kelima unsur ini merupakan penyusun utama tubuh tumbuhan. Dinding sel tumbuhan disusun oleh unsur C, H, dan O. Protein yang merupakan penyusun utama sitoplasma (cairan sel) disusun oleh unsur C, H, O, dan N. Begitu pula asam inti yang merupakan penyusun kromosom dan intisel, yang tersusun dari unsur C, H, O, N, dan P. Karbohidrat dan lemak juga merupakan penyusun sitoplasma pada beberapa sel tumbuhan, tersusun dari unsur C, H, dan O.

B.Air

Tumbuhan membutuhkan air dalam jumlah tertentu. Tanpa air maka tumbuhan akan layu hingga akhirnya mati. Fungsi utama air bagi tumbuhan yaitu membantu proses fotosintesis yang terjadi pada daun. Bagi tumbuhan, air merupakan komponen yang paling utama pada proses fotosintesis. Pada proses fotosintesis air dibawa oleh akar menuju ke batang agar dapat disampaikan pada daun

Selain untuk fotosintesis, fungsi air untuk tumbuhan adalah sebagai berikut:
  • Pelarut zat-zat yang diperlukan oleh tumbuhan.
  • Bahan dasar untuk reaksi biokimia.
  • Sebagai medium berlangsungnya reaksi metabolisme.
  • Menjaga tekanan turgor dinding sel dan agar tidak kekeringan.
  • Berperan dalam proses transportasi unsur hara dari tanah ke daun.
  • Mengedarkan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan.
  • Untuk proses transpirasi (penguapan) dan fotosintesis.
Jika kekurangan air, tumbuhan akan layu karena terjadi penurunan tekanan turgor pada sel-selnya. Tetapi, tumbuhan memiliki sistem kendali untuk mengatasi kekurangan air agar tidak terlalu ekstrim. Tumbuhan merespon kekurangan air dengan cara memperlambat laju transpirasi (penguapan). Kekurangan air akan memacu pembentukan dan pembebasan hormon asam absisat (ABA, abscisic acid) dari sel-sel mesofil daun yang menyebabkan stomata tertutup.
Saat musim kemarau panjang maka tumbuhan akan mengalami kekurangan air. Pada saat kemarau, beberapa jenis tumbuhan mengurangi penguapan dengan cara menggugurkan daunnya. Tumbuhan gurun pasir beradaptasi terhadap kekurangan air dengan cara membentuk daun seperti duri. Sedangkan tumbuhan yang hidup di air memiliki daun yang tipis dan lebar untuk mempercepat proses penguapan.
C.Derajat Keasaman

Hujan asam dapat menambah keasaman tanah.Jika keadaan tanah.Jika keadaan tanah terlalu asam ,klorofil akan rusak sehingga mengganggu fotosintesis .Tanah bekas rawa-rawa dan tanah potsolik yang berwarna merah kekuningan cenderung bersifat asam .Tanah jenis ini harus dicampur dengan kapur sebelum ditanami agar keasamannya berkurang

D.Kadar Garam

            Kadar garam NaCl dan garam-garam lainnya dalam air tanah sangat berpengaruh pada proses penyerapan air oleh sel-sel rambut akar.Kadar garam air tanah yang terlalu tinggti menyebabkan sel tumbuhan kehilangan cairan karena sel akan mengalami plamolisis (lepasnya protoplasma ke luar sel).Sebagian besar tumbuhan tidak akan dapat bertahan hidup dalam lingkungan dengan kadar garam tinggi,kecuali pada tumbuhan halofit seperti mangrove yang hidup di kawasan pesisir.




E.Cahaya Matahari

Cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Tumbuhansangat membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis. Namun keberadaan cahaya ternyata dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan karena cahaya dapat merusak hormon auksin yang terdapat pada ujung batang. Bila kamu menyimpan kecambah di tempat gelap selama beberapa hari, kecambah itu akan tumbuh lebih cepat (lebih tinggi) dari seharusnya, namun tampak lemah dan pucat/kekuning-kuningan karena kekurangan klorofil. Selain tumbuhan, manusia juga membutuhkan cahaya matahari untuk membantu pembentukan vitamin D.
F.Suhu
           
Suhu memiliki pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Contohnya pada padi yang ditanam pada awal musim kemarau dimana suhu rata-rata tinggi akan lebih cepat dipanen daripada padi yang ditanam pada musim penghujan dimana suhu rata-rata lebih rendah. Hal ini disebabkan karena semua proses dalam pertumbuhan dan perkembangan seperti penyerapan air, fotosintesis, penguapan, dan pernapasan pada tanaman dipengaruhi oleh suhu. Semua makhluk hidup membutuhkan suhu yang sesuai untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Suhu ini disebut suhu optimum, misalnya suhu tubuh manusia yang normal adalah sekitar 37°C.
Pada suhu optimum, semua makhluk hidup dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Hewan dan manusia memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dalam kisaran suhu lingkungan tertentu. Tumbuhan menunjukkan pengaruh yang lebih nyata terhadap suhu. Padi yang ditanam pada awal musim kemarau (suhu udara rata-rata tinggi) lebih cepat dipanen daripada padi yang ditanam pada musim penghujan (suhu udara rata-rata rendah). Jenis bunga mawar yang tumbuh dan berbunga dengan baik di pegunungan yang sejuk, ketika ditanam di daerah pantai yang panas pertumbuhannya menjadi lambat dan tidak menghasilkan bunga yang seindah sebelumnya. Hal ini disebabkan karena semua proses dalam pertumbuhan dan perkembangan seperti penyerapan air, fotosintesis, penguapan, dan pernapasan pada tumbuhan dipengaruhi oleh suhu.



G.Kelembapan
Kelembapan adalah banyaknya kandungan uap air dalam udara atau tanah. Tanah yang lembab berpengarauh baik terhadap pertumbuhan tumbuhan. Kondisi yang lembab banyak air yang dapat diserap oleh tumbuhan dan lebih sedikit penguapan. Kondisi ini sangat mempengaruhi sekali terhadap pemanjangan sel. Kelembapan juga penting untuk mempertahankan stabilitas bentuk sel. Kelembaban tanah (habitat tumbuhan) & udara umumnya mempercepat pertumbuhan. Hal ini terjadi karena sel-sel akan mengalami pembelahan yang maksimal.

2.5      CAHAYA SEBAGAI SALAH SATU FAKTOR PERTUMBUHAN


Cahaya bermanfaat bagi tumbuhan terutama sebagai energi yang nantinya di gunakan untuk proses fotosintesis, yaitu membentuk zat makanan.Cahaya juga mempengaruhi pembentukan klorofil. Efek cahaya meningkatkan kerja enzim untuk memproduksi zat metabolic untuk pembentukan klorofil. Sedangkan, pada proses fotosintesis, intensitas cahaya mempengaruhi laju fotosintesis saat merlangsung reaksi terang. Jadi, cahaya secara tidak langsung mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, karena hasil fotosintesis berupa karbohidrat di gunakan untuk pembentukan organ-organ tumbuhan.

Meskipun berperan dalam proses fotosintesis dan pembentukan klorofil, keberadaan cahaya dapat menghambat pertumbuhan. Hal ini terjadi karena cahaya dapat memacu difusi auksin (cahaya menghambat pertumbuhan meninggi karena cahaya dapat menguraikan hormon auksin) ke bagian yang tidak terkena cahaya. Hal ini dapat kita lihat pada tumbuhan yang berada di tempat gelap akan lebih cepat tinggi dari pada tumbuhan yang berada di tempat terang. Pertumbuhan yang cepat di tempat gelap di sebut etiolasi
                                                    

 

 






BAB III

METODE PENELITIAN

 

3.1.     JENIS PENELITIAN


                   Penyusunan karya tulis ilmiah ini menggunakan metode eksperimen, metode eksperimen adalah metode yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi terhadap objek penelitian serta adanya kontrol (Nazir,2003). Eksperimen ini dilakukan dengan  percobaan menggunakan objek kacang hijau pada media kapas basah dan disimpan di tempat yang berbeda, yaitu pada tempat terang dan gelap.


3.2.     VARIABEL PENELITIAN


1.            Variabel Bebas : Pemberian Intensitas cahaya di tempat terang (terkena sinar matahari),
dan di tempat teduh (tidak terkena sinar matahari langsung).
2.            Variabel Terikat : Morfologi kacang hijau dan pertumbuhan kacang hijau.
3.            Variabel Kontrol :
                   a. Tempat penelitian pada plastik polibek  ukuran kecil.
       b. Media penelitian pada kapas basah yang tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering,dan dilakukan penyiraman secara rutin sehari sekali.
                   d. Setiap gelas terdapat 5 buah biji kacang hijau.

3.3.          WAKTU DAN TEMPAT PENELTIAN


1. Waktu Penelitian : senin ,30 Juli 2018 – ,13 Agustus 2018
2. Tempat penelitian : SMA HANG TUAH 1 JAKARTA
a. Pada intensitas cahaya terang (terkena sinar matahari langsung) di halaman rumah.
b. Pada intensitas cahaya gelap (tidak terkena sinar matahari langsung) di samping lemari.

3.4.          ALAT DAN BAHAN

          # Alat

         1. 6 buah gelas plastik, 3 di tempat terang, dan 3 lagi di tempat gelap.
         2.  Penggaris, untuk mengukur panjang batang dari hari ke hari.
         3.   Alat tulis, untuk menuliskan pertumbuhan dan perkembangan pada penelitian yang  berbeda setiap harinya.
4.Tag nama untuk member tanda gelap dan terang

          #Bahan

         1.  30 buah kacang hijau, sebagai objek penelitian (5 biji tiap gelas).
         2.  Kapas..
         3.  Air, sebagai bahan tambahan yang digunakan untuk membasahi atau / membuat kapas lembab.

3.5.          CARA KERJA


1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.
2. Rendam kacang hijau ± setengah  hari untuk  mengetahui mana biji kacang yang layak kita gunakan umtuk dijadikan objek eksperimen.
3. Masukan kapas  ke dalam gelas plastik dan di beri sedikit air (tidak boleh terlalu basah dan juga tidak boleh terlalu kering).
4.Setelah kacang direndam, masukan kacang ke dalam gelas plastik yang telah berisi kapas  (kacang di simpan di atas kapas).
6. Simpan 3 gelas plastik tersebut pada tempat terang (halaman rumah) dan juga 3 gelas plastik  pada tempat gelap (di samping lemari).
8. Amati lalu catat dan dokumentasikan hasil pengamatan setiap harinya.

3.6.     PENGAMBILAN DATA


Data diambil dari hasil pengamatan dan pengukuran pada perkembangan dan pertumbuhan kacang hijau selama 6 hari, Dari setiap tempat terdapat 3 gelas plastik.Data yang telah diperoleh tersebut diolah menjadi statistik sederhana, yaitu dengan cara mencari rata-rata tinggi pertumbuhan kacang dari hari ke hari pada tempat gelap maupun terang.









 

 

 


 

 






Nama
Kondisi
Hari ke
1
2
3
4
5
6
Ratih Kumalasari
Gelap
0,0
2,5
10
20
25,5
26,0
Terang
0,0
1,0
1,5
9,5
13,00
16,0
Tazkia Azzahra
Gelap
0,0 
 2,4
 6,6
 16,5
 20,5
 24,0
Terang
 0,0
 0,8
 2,1
 11,2
 12,0
 17,0
Febriansyah K.J
Gelap
 0,0
 3,0
 7,4
 12,7
 15,8
 26,9
Terang
 0,0
 1,3
 2,5
 8,0
10,5
 mati

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. DATA HASIL PENGAMATAN

Tebel pertumbuhan batang kacang dalam satuan cm












4.2.     PEMBAHASAN

a.       Tempat Gelap

Hari Ke-
Perkembangan
1
Pada sekitar biji kacang, kapas menjadi warna hijau pudar dan ukuran biji kacang membesar. Tetapi, belum muncul kecambah
2
Kecambah mulai tumbuh dari setiap kacang, kacang terlihat segar dan sehat
3
Akar tumbuh mengarah ke bawah dan kacang mengarah ke atas
4
Kulit kacang mengelupas sekitar ¼ bagian
5
Kecambah / batang kacang berwarna putih dengan bentuk tidak beraturan (tidak tegak lurus) dan berukuran tipis
6
1 dari 3 kacang mempunyai batang kacang yang sedikit berwarna pucat pudar
7
Daun mulai tumbuh dengan warna hijau muda pucat













b.      Tempat Terang

Hari Ke-
Perkembangan
1
Pada sekitar biji kacang, kapas menjadi warna hijau pudar dan ukuran biji kacang membesar. Tetapi, belum muncul kecambah
2
Hanya 2 dari 4 kacang yang sudah terlihat tumbuh kecambah. Akar tumbuh mengarah ke bawah dan kacang mengarah ke atas.
3
1 dari 2 kacang yang telah tumbuh menjadi kering dan tidak ada pertumbuhan. 1 kacang lagi tumbuh dan kulit kacang mulai mengelupas
4
Hanya 1 kacang yang bertahan, dan terus tumbuh dengan keadaan batang berwarna putih, tegak lurus, dan kokoh
5
Semua kulit terkelupas dari kacang dan mulai terlihat daun berwarna hijau tua
6
Batang semakin panjang, dan daun semakin lebar
Jika Mati . Kacang layu karena kapas kering oleh sinar matahari

4.3.     Analisa Data


Berdasarkan pengamatan yang dilakukan telah menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan dan perkembangan di tempat yang terkena cahaya (terang) dan yang tidak terkena cahaya (gelap). Hal ini menunjukkan bahwa cahaya mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau.

Apabila ditanam di tempat gelap, maka tanaman kecambah akan tumbuh lebih panjang daripada normalnya. Peristiwa itu terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Fungsi utama hormon auksin adalah sebagai pengatur pembesaran sel dan memacu pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung. Hormon auksin ini sangat peka terhadap cahaya matahari. Bila terkena cahaya matahari, hormon ini akan terurai dan rusak. Pada keadaan yang gelap, hormon auksin ini tidak terurai sehingga akan terus memacu pemanjangan batang. Akibatnya, batang tanaman akan lebih panjang jika ditanam di tempat yang gelap, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang sehat, akar yang banyak dan lebat, batang terlihat kurus tidak sehat, warna batang dan daun pucat serta kekurangan klorofil sehingga daun berwarna kuning (etiolasi).

Jika ditanam di tempat terang, maka kecambah akan tumbuh lebih pendek dari pada yang ditanam di tempat gelap. Peristiwa itu juga terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Seperti yang telah dijelaskan di atas, hormon auksin ini akan terurai dan rusak sehingga laju pertambahan tinggi tanaman tidak terlalu cepat. Akibatnya, batang tanaman akan lebih pendek, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang sehat, subur, batang terlihat gemuk, daun terlihat segar dan berwarna hijau serta memiliki cukup klorofil.

Pada tumbuhan kacang hijau milik Febrianyah mati karena kekurangan .Akibat dari kekurangan air akan mengganggu aktifitas fisiologis maupun morfologis, sehingga mengakibatkan terhentinya pertumbuhan. Defisiensi air yang terus menerus akan menyebabkan perubahan irreversibel (tidak dapat balik) dan pada gilirannya tanaman akan mati (Haryati, 2008).Respon tanaman terhadap stres air sangat ditentukan oleh tingkat stres yang dialami dan fase pertumbuhan tanaman saat mengalami cekaman. Respon tanaman yang mengalami cekaman kekeringan mencakup perubahan ditingkat seluler dan molekuler seperti perubahan pada pertumbuhan tanaman, volume sel menjadi lebih kecil, penurunan luas daun, daun menjadi tebal,adanya rambut pada daun, peningakatan ratio akar-tajuk, sensitivitas stomata, penurunan lajufotosintesis, perubahan metabolisme karbon dan nitrogen, perubahan produksi aktivitas enzim danhormon, serta perubahan ekspresi

Pertanyaan :

1)Mengapa tanaman yang tumbuh diruang gelap lebih cepat tinggi?

Tanaman yang diletakkan ditempat gelap dapat tumbuh dengan cepat karena disebabkan oleh adanya aktivitas ormone auksin yang lebih besar dibandingkan pada tempat yang terang. Aktivitas ormone auksin dipengaruhi oleh intensitas cahaya matahari. Semakin sedikit cahaya matahari maka aktivitas ormone auksin akan semakin besar, dan sebaliknya semakin banyak cahaya matahari maka aktivitas ormone auksin akan semakin sedikit. Hal ini disebabkan karena cahaya matahari dapat merusak ormone auksin. Hormon auksin berfungsi untuk memacu pemanjangan sel. Jadi semakin banyak aktivitas ormone auksin maka pertumbuhan tanaman akan semakin cepat dan sebaliknya. Hal inilah yang menyebabkan pertumbuhan tanaman yang ditempatkan di daerah gelap lebih cepat dibandingkan di daerah terang. Peristiwa ini disebut “etiolasi
2) Mengapa tanaman yang tumbuh ditempat gelap lebih pucat?

Cahaya merupakan sumber energi dalam fotosintesis. Tanpa cahaya, tumbuhan tidak akan mampu berfotosintesis dengan baik dan menyebabkan tumbuhan terganggu pertumbuhannya. Cahaya juga merupakan faktor penghambat pertumbuhan. Hormon auksin menjadi tidak aktif ketika ada cahaya. Hal ini menyebabkan tumbuhan yang ditanaman di tempat terkena cahaya matahari menjadi lebih pendek dibandingkan tumbuhan yang ditanam di tempat gelap. Kekurangan cahaya pada saat perkecambahan akan menyebabkan gejala etiolasi di mana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat tetapi lemah dan berwarna kuning pucat.

3) Apa yang terjadi bila tanaman di tempatkan di tempat gelap terus menerus? Apa sebabnya?

Batang pada tanaman akan melemah dan akhirnya tanaman akan mati/layu karena tanaman tidak mendapatkan cahaya untuk fotosintesis sehingga tanamanpun akan layu dan mati.




 

BAB V

PENUTUP


5.1 KESIMPULAN


Dari hasil penelitian pengaruh faktor cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau, dapat disimpulkan bahwa cahaya dapat mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Proses pertumbuhan dan perkembangan  tumbuhan membutuhkan cahaya. Namun, banyak sedikitnya cahaya yang dibutuhkan tiap tumbuhan berbeda-beda, begitu pula dengan tumbuhan kacang hijau.

Dari penelitian yang telah dilakukan terhadap pertumbuhan dan perkecambahan biji kacang hijau, biji kacang hijau yang diletakan ditempat gelap dan terang akan mempunyai perbedaan. Biji kacang hijau yang terkena cahaya matahari secara langsung (terang) pertumbuhannya lebih lambat, daunnya lebar & tebal, berwarna hijau, batang tegak, dan kokoh. Sedangkan, biji kacang hijau yang tidak terkena cahaya matahari (gelap) pertumbuhannya lebih cepat tinggi (etiolasi), daunnya tipis, berwarna pucat, dan batang melengkung tidak kokoh. Hal ini terjadi karena cahaya memperlambat/menghambat kerja hormone auksin dalam pertumbuhan meninggi (primer). Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang telah dibuat sebelumnya telah benar.

5.2 SARAN

1. Perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk dapat menghasilkan data dan kesimpulan yang lebih akurat dan dapat dipertanggung jawabkan.
2. Dalam pelaksanaan penelitian harus lebih teliti dan cermat, dan diperlukan uji ulang terhadap hasil penelitian.
3. Dalam melakukan suatu percobaan, lebih baik melakukan percobaan di tempat yang sekiranya tidak ada sesuatu yang mengganggu seperti hama tanaman, hewan, sehingga percobaan akan aman dan berhasil.
4. Dalam mengukur tinggi kecambah, harus dilakukan secara teliti.
5. Dalam melakukan percobaan, hendaknya memperhatikan kualitas kacang hijau yang akan ditanam dan memperhatikan kondisi lingkungan yang sesuai dengan apa yang ingin diteliti sehingga hasil percobaan itu baik dan valid














Lampiran


                        Hari Kedua                                                     Hari Ketiga
          
Hari Keempat                                                            Hari Kelima
                        Hari kelima                                                   Hari Keenam
       cambah.jpg
           

DAFTAR PUSTAKA





Tidak ada komentar:

Posting Komentar